BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen membantu para petani cabai, baik dalam hal pembinaan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yakni petani maupun mengkaji sumber daya alam untuk lokasi tanam cabai.
“Kalau kita melihta SDA dan SDM kita mampu untuk mengembangkan cabai. Banyak petani kita terutama di wilayah kota berminat, makanya saya yakinkan kepada petani untuk tehnologinya tidak usah hawatir pemerintah siap membantu,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotawaringin Timur, I Made Dikantara, Jumat (22/7/2016).
Ada beberapa wilayah yang akan pemerintah daerah fokuskan untuk pengembangan cabai, seperti di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Kotabesi, Cempaga hingga Telawang. Namun hingga saat ini yang diakui banyak adalah wilayah perkotaan.
Dia menyadari, menanam cabai tidak semudah menanam komoditas lainnya di daerah, sebab banyak ham yang biasa menyerang sehingga jadi momok bagi para petani, seperti penyakit hama tanaman, dan bercam buah.
“Selain itu adalah masalah distribusi, kalau hasilnya melimpah biasanya petani bingung mendistribusikan. Makanya kalau kita sepakat Kotawaringin Timur jadi klaster cabai harus ada komitmen dari semua pihak termasuk pihak DPRD,” kata Made.
Sementara itu Asisten I Setda Kotawaringin Timur Sugian Noor mengatakan, pengembangan cabai bukan hanya menjadi program unggulan pemerintah Kotim, tetapi juga masuk program pemerintah pusat bagaimana menekan inflasi. Sebab, komoditas cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Indonesia termasuk di Kotim.
“Contohnya saja, Pilkada 2015 kita mendapat bantuan pengembangan cabai dari pemerintah pusat dan provinsi sebanyak 20 hektare lahan, dan alat olah tanah 24 unit. Pada tahun ini kita dapat 75 ha dan rencana pada 2017 kita dapat 75 ha lagi,” katanya.
Dengan berbagai bantuan dan kepercayaan pemerintah pusat memberikan bantun pengembvangan cabai di Kotim ini, dia berharap ke depan Kotim akan mampu mengembangkan cabai sehingga bisa memenuhi kebutuhan cabai di kabupaten lain di Kalimantan Tengah.
“Kalaupun hasilnya bagus nanti tidak menutup kemungkinan kita bisa mendistribusikan ke daerah Jawa,” harapnya. (RAFIUDIN/m)
Pemkab Komitmen Bantu Kebutuhan Petani Cabai
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







