JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Atlet para atletik asal Indonesia, Karisma Evi Tiarani, berhasil meraih medali perak pada nomor 100 meter putri klasifikasi T42/63 dalam ajang Paralimpiade Paris 2024 yang berlangsung pada hari Minggu. Prestasi ini semakin istimewa karena Karisma juga memecahkan rekor dunia kategori T42 sebanyak dua kali dalam satu hari. Final nomor 100 meter putri klasifikasi T42/63 diadakan di Stade de France, di mana Karisma Evi harus bersaing dengan tiga pelari dari Italia yang menguasai klasifikasi T63. Meskipun dianggap tidak diunggulkan, dia menunjukkan performa luar biasa. Dinamika perlombaan mengubah harapan ketika insiden tak terduga terjadi. Ambra Sabatini, pelari tercepat 100 meter T63, mengalami jatuh menjelang garis finish, yang mengakibatkan ia terjatuh dan menghantam rekannya, Monica Graziana. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Karisma Evi, yang sebelumnya mengawal ketat Martina Caironi, dan berhasil finis di urutan kedua dengan catatan waktu 14,26 detik. Rekor baru tercipta ketika Karisma Evi sebelumnya telah memecahkan rekor dunia dengan waktu 14,34 detik saat babak kualifikasi. Sementara itu, Martina Caironi berhasil keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 14,16 detik, meraih medali emas, sedangkan medali perunggu jatuh pada Monica Graziana meskipun ia finis dalam kondisi terjatuh akibat insiden tersebut. Karisma Evi mengungkapkan rasa syukur dan tak percaya atas pencapaian ini. "Ini luar biasa. Saya tidak membayangkan hal ini akan terjadi, karena mereka (trio Italia) selalu tampil hebat. Mereka sangat cepat, terutama setelah 60 meter. Ini sungguh menakjubkan," ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Komite Paralimpiade Nasional Indonesia. Dia menyadari bahwa pelari yang menggunakan kaki buatan biasanya mengalami kesulitan pada saat start. Untuk itu, Karisma Evi merencanakan strategi untuk memimpin pada 50 meter pertama. "Untuk yang menggunakan kaki asli, memang harus berusaha maksimal di awal sprint. Sebisa mungkin harus meninggalkan mereka di awal agar tidak dapat mengejar di akhir," jelasnya. Penting untuk dicatat bahwa meskipun ia menyaksikan insiden jatuhnya Sabatini, Karisma Evi tetap fokus pada perlombaan dan berusaha mengejar Martina Caironi yang tampil sangat cepat. "Saya hanya melihatnya terjatuh sebelum garis finish dan saya hanya berkonsentrasi pada garis finish," tutupnya. Dengan hasil ini, Karisma Evi tidak hanya menambahkan koleksi medali untuk Indonesia tetapi juga menuliskan sejarah baru dalam dunia olahraga bagi dirinya sendiri dan tim. ANTARA