**Borneonews - Labuan Bajo, NTT**, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, mengungkapkan bahwa Indonesia tidak hanya sekadar mengikuti tren global terkait dengan *impact investing*, melainkan juga telah bertransformasi menjadi salah satu tujuan investasi yang paling dinamis di kawasan Asia Tenggara.
Dalam acara pembukaan *Impact Investment Day* (IID) 2024 yang diadakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Arsjad menyatakan bahwa Indonesia kini menjadi pasar yang paling aktif dalam mengadopsi konsep tersebut. Ia menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, *impact investing* mulai mendapatkan perhatian yang lebih besar di Indonesia karena semakin banyak investor yang menyadari pentingnya prinsip-prinsip keberlanjutan yang mencakup faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, yang sering disingkat menjadi *environment, social, and governance* (ESG).
Dalam pandangannya, fenomena ini diiringi dengan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam jumlah investasi berdampak, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan untuk menyelesaikan isu-isu global yang mendesak, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan perubahan iklim yang kian meresahkan.
Dari data yang diperoleh dari Global Impact Investing Network (GIIN), total aset yang dikelola berdasarkan prinsip *impact investing* mencapai lebih dari 1,1 triliun dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp16.927,9 triliun. Selain itu, Australian Agency for International Development (AusAID) melaporkan bahwa antara tahun 2020 dan 2022, terdapat sekitar 131 rancangan undang-undang (RUU) yang disusun di Indonesia, menarik nilai investasi mendekati 1,5 miliar dolar AS, setara dengan Rp23,08 triliun, berdasarkan kurs yang berlaku pada 6 September 2024.
Arsjad menegaskan bahwa tren ini menunjukkan semakin banyak investor yang mulai menyesuaikan portofolio mereka untuk menyelesaikan masalah global. Hal ini mendorong perubahan paradigma yang lebih besar, di mana dampak sosial dan lingkungan kini memegang peranan penting bersama dengan keuntungan finansial.
Para investor saat ini dirangsang untuk mengutamakan investasi jangka panjang yang bukan hanya memberikan imbal hasil, tetapi juga berkontribusi pada masa depan rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, Arsjad mengungkapkan bahwa nilai investasi yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk mengatasi meningkatnya kesenjangan sosial di Tanah Air.
Ia menyatakan, "Tantangan ini sangat besar dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh individu, perusahaan, kontribusi *corporate social responsibility* (CSR), atau organisasi non-pemerintah (*non-governmental organization* - NGO) saja." Untuk itu, ia menekankan perlunya peningkatan realisasi investasi berdampak melalui pembentukan kewirausahaan sosial yang lebih formal.
Kewirausahaan sosial, menurutnya, berfungsi sebagai penggandeng solusi inovatif untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial, tanpa terjebak pada sekadar keuntungan bisnis. Arsjad juga mencatat bahwa ada banyak inisiatif kewirausahaan sosial yang telah berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pembangunan.
"Kadin, sebagai mitra pemerintah, aktif berkontribusi dalam pengembangan RUU Kewirausahaan Sosial. Langkah ini bertujuan menciptakan kerangka kerja yang memberikan peluang kepada pelaku usaha untuk menarik lebih banyak investasi berdampak," ungkap Arsjad.
Acara *Impact Investment Day* 2024 merupakan salah satu acara pendukung dari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) di Labuan Bajo pada 7-8 September 2024.
Acara ini memberikan kesempatan kepada pelaku kewirausahaan sosial terpilih, seperti BambooCoop, EcoNusa Foundation, Jaga Semesta, Javara, Krealogi, Spedagi, Tiga Pilar Pertiwi, TORAJAMELO, Blue School, Kalara Borneo, Riles Lestary, Tenun.In, dan Timor Moringa, untuk berpartisipasi dalam sesi *pitching and matching fund* dengan sejumlah investor, termasuk Temasek Foundation.
ANTARA
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Berdampak yang Besar di Kawasan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sesosok Jasad Ditemukan di Bawah Bangunan Lapangan Padel Banjarmasin
Kodim Murung Raya Diresmikan, Pangdam Tekankan Stabilitas Wilayah
Kopassus: Letda Jihad Meninggal Akibat Pistol Meledak
RI Kaji Penanganan WN Afghanistan Korban TPPO
Tujuh WNI yang Diamankan di Kapal MT Global Terkait Narkoba Dilepaskan
Pemda Diminta Antisipasi Kebutuhan Akhir Tahun Melalui Operasi Pasar Bersama Bulog
Komentar (0)
Memuat komentar…







