JAKARTA –
**Borneonews - Mexico City**, Mantan kandidat presiden Venezuela, Edmundo Gonzalez Urrutia, telah berhasil meninggalkan negaranya dan memperoleh suaka di Spanyol. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Rodriguez menginformasikan melalui *Telegram* pada 7 September bahwa Gonzalez Urrutia, yang merupakan seorang anggota oposisi, memilih untuk berlindung di kedutaan Kerajaan Spanyol yang terletak di Caracas sebelum akhirnya mengajukan permohonan suaka politik kepada pemerintah Spanyol. Sebelumnya, pada tanggal 3 September, Kantor Kejaksaan Agung Venezuela mengungkapkan bahwa Pengadilan Negeri Venezuela telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Gonzalez Urrutia. Ia diketahui tidak hadir sebanyak tiga kali untuk memberikan kesaksian setelah menerima panggilan dari pihak berwenang. Kantor Kejaksaan Agung kini tengah menyelidiki sejumlah publikasi berkaitan dengan hasil pemungutan suara oposisi yang dipublikasikan di platform daring, yang berlangsung bersamaan dengan hasil resmi pemilihan presiden yang dikeluarkan oleh komisi pemilihan. Selain itu, terdapat dugaan adanya hasutan untuk melakukan aksi kekerasan di jalanan. Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela telah memberikan perlindungan yang diperlukan untuk Edmundo Gonzalez Urrutia agar ia dapat meninggalkan negara dengan damai. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk penghormatan terhadap hukum yang menjadi landasan bagi tindakan Republik Bolivarian Venezuela di arena internasional. Pemilihan presiden di Venezuela dilaksanakan pada 28 Juli, dan pada tanggal 29 Juli, Dewan Pemilihan Nasional mengumumkan Nicolas Maduro sebagai presiden terpilih untuk periode 2025-2031, dengan perolehan suara sebesar 51 persen. Namun, protes besar-besaran meletus di Venezuela setelah pengumuman tersebut. Bentrokan antara pihak kepolisian dan para pengunjuk rasa terjadi di Caracas, di mana demonstran melakukan aksi anarkis dengan melemparkan batu dan *molotov* ke arah aparat keamanan. Dari informasi yang diperoleh, lebih dari 2.000 orang telah ditangkap terkait dengan pelanggaran hukum yang meliputi perusakan fasilitas umum, hasutan kebencian, dan tindakan terorisme. ANTARA