**Borneonews - Jakarta**, Politisi dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, yang telah ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil (RK) dan Suswono, menyampaikan bahwa penolakan yang dialami Ridwan Kamil di wilayah Jakarta adalah hal yang dapat dianggap biasa.
Sahroni menjelaskan bahwa proses pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersebut bukanlah ditujukan hanya untuk segelintir kelompok, melainkan untuk masyarakat secara keseluruhan.
"Ini adalah sesuatu yang normal, *like and dislike* di Jakarta adalah fenomena yang lazim," kata Sahroni setelah menghadiri sidang doktor di Universitas Borobudur di Jakarta pada hari Minggu lalu.
Ia menambahkan, jika terdapat kelompok yang menolak kehadiran Ridwan Kamil, pihaknya tidak merasa perlu untuk memaksakan hal tersebut. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana menjalin ikatan yang positif dengan masyarakat agar mereka mau memperhatikan calon yang ingin dimenangkan.
"Upaya untuk meraih dukungan membutuhkan berbagai langkah yang strategis. Jika ada penolakan, itu bukan masalah yang besar," lanjutnya.
Di sisi lain, Sahroni juga tidak melihat masalah dalam kenyataan bahwa ketua tim pemenangan pasangan calon lainnya adalah seorang figur publik. Misalnya, Lies Hartono, yang juga dikenal sebagai Cak Lontong, merupakan komedian yang ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Pramono Anung-Rano Karno.
"Saya juga seorang artis," imbuh Sahroni, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Sebelumnya, dalam sebuah acara silaturahmi yang melibatkan Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil di Badan Musyawarah Betawi, Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Jumat malam, suasana sempat tegang.
Sekelompok orang yang mengenakan atribut ormas tiba-tiba muncul dan menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap kehadiran Ridwan Kamil dalam acara Bamus Betawi tersebut.
ANTARA
Penolakan Ridwan Kamil di Jakarta Dinilai Hal Biasa oleh Sahroni
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







