JAKARTA –
**Borneonews - Istambul**, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, baru-baru ini menyampaikan rencananya terkait gencatan senjata dengan Rusia. Ia menegaskan harapannya untuk berbagi rencana tersebut dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, serta para kandidat lainnya dalam pemilihan presiden mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zelenskyy dalam Forum Ambrosetti yang berlangsung di Cernobbio, sebuah kota yang terletak di tepi Danau Como, Italia. Forum ini merupakan tempat bagi para pemimpin dunia untuk mengeksplorasi isu-isu global yang berkembang, dan Zelenskyy memanfaatkannya untuk menguraikan pandangannya mengenai konflik yang berlangsung antara Ukraina dan Rusia kepada wartawan Italia. “Saya telah menyiapkan sebuah rencana dan berharap dapat membagikannya dengan Presiden AS, karena ada beberapa poin yang sangat bergantung pada keterlibatan Amerika,” ungkap Zelenskyy. Ia mengekspresikan harapannya untuk dapat menunjukkan rencana tersebut kepada Biden serta kandidat presiden lainnya dan menerima umpan balik dari mereka. Saat ini, ia menyatakan bahwa belum ada informasi yang dibagikan dan kontak awal yang diharapkan akan dilakukan dengan Biden. Lebih lanjut, Zelenskyy menuduh Rusia telah menggunakan rudal yang diproduksi di Korea Utara dalam serangannya terhadap Ukraina. Ia menegaskan bahwa Ukraina memiliki bukti konkret, termasuk reruntuhan serta rekaman video yang mendukung klaim tersebut. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa Rusia menggunakan senjata drone yang diproduksi di Iran dalam serangan-serangan mereka. Dalam kesempatan tersebut, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak memiliki keberatan terhadap penggunaan senjata oleh Italia dalam melawan Rusia. Ia menyatakan, “Kita sekarang lebih dekat ke akhir perang dibandingkan dengan saat-saat awal konflik ini.” Ia menambahkan bahwa dengan langkah-langkah yang diambil, Kiev telah berhasil memperkuat perekonomian dan semakin mendekati resolusi akhir dari perang yang sedang berlangsung. Pengamatan dan klarifikasi yang disampaikan oleh Zelenskyy ini menunjukkan komitmen kuat Ukraina dalam mencari penyelesaian yang damai, sekaligus menjalin dialog yang konstruktif dengan negara-negara lain, terutama dengan Amerika Serikat. ANTARA