**Borneonews - Istanbul**, Turki saat ini tengah berupaya keras untuk memfasilitasi pemulangan jenazah Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Turki-Amerika, yang diyakini telah dibunuh oleh tentara Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan jenazahnya kepada keluarga agar dapat dimakamkan dengan layak.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Oncu Keceli, menyatakan bahwa pemerintah Turki terus melakukan berbagai langkah yang dibutuhkan untuk memastikan pemulangan jenazah warga negara mereka. "Kami sedang menjalin komunikasi dengan anggota keluarga almarhumah yang berada di Amerika Serikat dan juga dengan kerabatnya di Turki," ungkapnya melalui akun *X* (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).
Keceli juga menjelaskan bahwa laporan otopsi diharapkan bisa segera disampaikan kepada Konsulat Jenderal Turki di Yerusalem oleh pihak berwenang Palestina. Ia menambahkan, jenazah Eygi akan terlebih dahulu dibawa ke Israel sebelum akhirnya dipindahkan ke Turki melalui Yordania.
Aysenur Ezgi Eygi, yang berusia 26 tahun, ditembak mati saat ikut serta dalam protes warga Palestina menentang permukiman ilegal Israel di Kota Beita, Distrik Nablus, pada hari Jumat (6/9). Insiden ini telah menciptakan gelombang reaksi dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri maupun komunitas internasional, termasuk negara-negara seperti Turki, Amerika Serikat, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengecam tindakan tersebut.
Kematian Eygi tidak hanya memicu kemarahan, tetapi juga seruan akan perlunya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait. Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan penjelasan rinci mengenai peristiwa yang menimpa Eygi maupun hasil dari otopsi yang dilakukan.
Kasus pembunuhan Aysenur Ezgi Eygi juga mengingatkan masyarakat internasional akan insiden tragis yang menimpa wartawati *American-Palestinian*, Shireen Abu Akleh. Shireen, seorang jurnalis senior yang terkenal dan menghormati dedikasinya dalam meliput isu-isu tentang konflik Palestina-Israel, tewas akibat tembakan pada 11 Mei 2022 ketika sedang meliput operasi militer Israel di kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat. Pada saat insiden tersebut, Shireen mengenakan jaket pers dan helm.
Dengan serangkaian peristiwa yang mencolok ini, dunia telah diingatkan kembali akan tantangan yang dihadapi para aktivis dan jurnalis dalam menjalankan tugas mereka di wilayah konflik.
ANTARA
Upaya Turki Pulangkan Jenazah Aktivis HAM yang Ditembak Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Komentar (0)
Memuat komentar…







