BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan Forum CSR sudah dibentuk di Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun hingga kini forum tersebut belum jelas program kerja dan gerakan yang dilakukan.

“Kami di dewan juga bertanya-tanya apa kabarnya Forum CSR yang dibentuk pemkab,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Abdul Sahid, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/7/2016).

Pembentukan Forum CSR Kabupaten Kotim dilakukan pada 26 Mei 2016. Forum ini diketuai Asisten II Setda Kotim Halikinoor, melibat beberapa kalangan dari dunia usaha tokoh masyarakat, akademisi, dan LSM.

Menurut politisi PKS itu, banyaknya perusahaan yang mengekploitasi Sumber Daya Alam (SDA), ditambah bidang usaha jasa dan perbankan yang beroperasi di daerah ini, seharusnya diimbangi dengan partisipasi pihak swasta tersebut dalam pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat.

“Setiap usaha ada hak untuk masyarakat sekitar. Berupa membantu pembangunan, ataupun pengentasan kemiskinan," imbuhnya.

Karena itu, Sahid sangat berharap keberadaan Forum CSR yang sudah terbentuk bisa membuat program kerja partisipasi dunia usaha dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama yang berada di sekitar areal perusahaan.

“Bagaimana forum (CSR) itu menyinergikan antara visi dan priritas pembangunan pemerintah daerag dengan visi CSR perusahaan. Sehingga dunia usaha bisa men-support program-program pemerintah daerah yang sejalan dengan program CSR perusahaan,” ujar dia.

Sebab, ada kesamaan fokus antara pemerintah daerah maupun dunia usaha dalam penyaluran CSR, yakni terkait penanggulangan kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi. (RIFQI/m)