**Borneonews - Medan**, Manajer Tim Tenis Meja DKI Jakarta, Wahyudin Noor, menegaskan pentingnya keberadaan cabang olahraga tenis meja dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai langkah strategis dalam peningkatan prestasi atlet ke tingkat internasional.
Wahyudin memberikan sambutan positif terhadap pelaksanaan PON XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024, di mana cabang tenis meja akan kembali dipertandingkan setelah absen pada PON XX di Papua. Menurutnya, tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang termasuk dalam daftar Olimpiade, sehingga absen di PON sebelumnya menjadi hal yang patut dipertanyakan.
Ia menekankan bahwa cabang olahraga yang diikutsertakan dalam berbagai ajang multievent seperti *SEA Games*, *Asian Games*, dan *Olimpiade* seharusnya wajib ada di PON. PON merupakan ajang kompetisi tertinggi di tingkat nasional yang menjadi acuan bagi prestasi para atlet untuk bersaing di tingkat internasional.
Wahyudin mengungkapkan, ketidakikutsertaan tenis meja pada PON sebelumnya sangat berdampak bagi para atlet yang telah mempersiapkan diri secara maksimal. "Hal ini merugikan atlet, karena mereka memiliki keinginan untuk berlaga di PON dengan target juara nasional, yang pada gilirannya bisa membuka jalan bagi mereka untuk berkompetisi di *SEA Games*, *Asian Games*, dan bahkan Olimpiade," paparnya.
Ia juga menyoroti adanya konflik internal dalam organisasi tenis meja yang berlangsung baru-baru ini, yang dinilai telah menghambat perkembangan prestasi tenis meja di Indonesia di kancah internasional. "Kita menjadi kalah bersaing. Di tahun 1990-an, Indonesia mendominasi tenis meja, bahkan selalu menjadi juara umum di *Asian Games*. Namun, saat ini kita melihat performa yang buruk saat berlaga di Kamboja," tambah Wahyudin.
Wahyudin mengingatkan bahwa saat ini peringkat petenis meja Indonesia di tingkat dunia telah merosot tajam. Tak jarang, negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia, yang dulunya dengan mudah dikalahkan oleh Indonesia, kini memiliki peringkat di atas Indonesia.
Meskipun demikian, ia tetap optimis bahwa dengan terselenggaranya PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara, program pembinaan atlet di tingkat klub yang merupakan fondasi utama dalam pengembangan prestasi dapat kembali memberikan hasil yang membanggakan.
"Harapannya, semoga pelaksanaan PON di Aceh dan Sumut dapat berjalan dengan baik. Dari cabang tenis meja, kita semua berharap agar acara ini memberikan hasil sesuai harapan," tutupnya.
PON XXI yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara akan mempertandingkan cabang tenis meja, yang diikuti oleh 18 provinsi dengan total tujuh nomor medali emas yang diperebutkan. Nomor-nomor tersebut meliputi beregu putra-putri, tunggal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran.
ANTARA
Tenis Meja Kembali Diperlombakan di PON XXI 2024 di Aceh-Sumut
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
RI-Rusia Jajaki Transfer Teknologi Tingkatkan Pengawasan Obat-makanan
Wakil Bupati Gumas Ajak Kawal Investasi untuk Kesejahteraan dan Keadilan Masyarakat
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Komentar (0)
Memuat komentar…







