BANDA ACEH –
**Borneonews - Aceh Timur**, Kontingen Aceh berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih dua medali emas dalam cabang olahraga sepak takraw pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Kedua medali emas tersebut diperoleh melalui kompetisi nomor *double event* yang melibatkan dua pemain di lapangan. Kemenangan pertama diraih oleh tim putri Aceh setelah Megawati dan rekan-rekannya berhasil mengalahkan tim dari Jambi dengan skor yang sangat meyakinkan, yaitu 2-0, dengan rincian 15-5 dan 15-7. Kemenangan ini merupakan catatan sempurna bagi Aceh, yang tidak terkalahkan sejak fase penyisihan grup pada kategori putri. Selanjutnya, medali emas kedua disabet oleh tim putra yang dipimpin oleh M Ikhsan dan kawan-kawan. Mereka meraih kemenangan yang dramatis setelah melalui tiga set pertandingan melawan tim asal Sumatera Utara. Pertandingan yang berlangsung menegangkan itu berakhir dengan skor 2-1, dengan rincian 15-13, 13-15, dan 17-16. Pertandingan final ini memperlihatkan ketatnya persaingan antara Aceh dan Sumatera Utara. Aceh mampu menutup set pertama dengan unggul 15-13. Persaingan semakin ketat di set kedua, di mana tim Sumut yang dipimpin oleh Yudha Riski Pratama berhasil menyamakan kedudukan dengan meraih kemenangan tipis 15-13. Drama berlangsung di set ketiga, kedua tim terus saling mengejar poin. Ketika skor menunjukkan 13-11 untuk keunggulan Sumut, pertandingan terhenti setelah wasit mengambil keputusan yang dianggap kontroversial, yaitu menyatakan *smes* dari pemain Aceh keluar lapangan. Keputusan tersebut memicu reaksi dari penonton yang mulai bersorak dan mengkritik keputusan wasit. Kondisi ini membuat petugas keamanan harus turun tangan untuk menenangkan suasana di tribun. Setelah dilakukan pergantian wasit, pertandingan dilanjutkan pada kedudukan 13-11 untuk keunggulan Sumut. Dengan semangat juang yang tinggi, Aceh berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15. Namun, laga kembali mengalami penundaan beberapa saat akibat rusaknya net, yang kemudian diganti dari lapangan lain, sementara posisi poin saat itu adalah 16-15 untuk Sumut. Ketegangan terus berlanjut, dan Aceh berhasil mengkondisikan kembali permainan dengan menyamakan kedudukan di angka 16-16. Akhirnya, Aceh mampu menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis 17-16, yang disambut dengan sorakan meriah dari seratusan penonton yang memenuhi Gedung Idi Sport Center. Sebagai akibat dari kekalahan ini, tim Sumut harus puas dengan medali perak. Sementara itu, medali perunggu untuk kategori putra diraih oleh tim Banten dan Riau. Pada nomor putri, Jambi meraih medali perak, sedangkan medali perunggu diperoleh oleh tim Bali dan Nusa Tenggara Timur. ANTARA