JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Dokter militer serta tenaga kesehatan masyarakat yang ditugaskan di ruang gawat darurat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis di Korea Selatan kini mendapatkan perlindungan dari tuntutan malpraktik medis. Kebijakan ini diumumkan oleh otoritas kesehatan setempat pada hari Minggu. Sejak hari Rabu yang lalu, sebanyak 250 dokter militer telah ditugaskan untuk bekerja di ruang gawat darurat dan beberapa departemen lainnya yang mengalami kekurangan tenaga medis. Hal ini terjadi sebagai konsekuensi dari banyaknya dokter junior yang mengundurkan diri pada bulan Februari. Para dokter junior tersebut melakukan aksi pengunduran diri sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah yang memutuskan untuk secara signifikan meningkatkan kuota penerimaan untuk sekolah kedokteran. Kementerian Kesehatan menerangkan bahwa beberapa rumah sakit telah mengajukan formulir persetujuan untuk menanggung tanggung jawab hingga 20 juta won (setara dengan sekitar Rp230,3 juta) sebagai kompensasi dalam kondisi malpraktik medis yang melibatkan dokter pengganti tersebut. Untuk meringankan beban keuangan rumah sakit yang kekurangan staff, kementerian telah memperoleh polis asuransi kelompok. Polis asuransi yang diperoleh mencakup hingga 200 juta won (sekitar Rp2,3 miliar) untuk setiap klaim dengan batas total cakupan mencapai 2 miliar won (sekitar Rp23,1 miliar), seperti yang diungkapkan oleh pejabat kementerian. Penempatan dokter militer ini dilakukan setelah adanya kabar bahwa beberapa dokter menghadapi kesulitan menjalankan tugas di ruang gawat darurat dan meminta untuk dialihkan ke unit perawatan intensif. Di Korea Selatan, setiap pria yang sehat wajib menjalani dinas militer minimal selama 18 bulan. Setelah lulus dari sekolah kedokteran, mereka memiliki pilihan untuk bertugas sebagai dokter militer atau dokter kesehatan masyarakat. Sayangnya, mayoritas dari mereka yang bertugas adalah dokter umum yang tidak memiliki pelatihan spesifik dalam bidang perawatan darurat. Pemerintah juga telah mengerahkan 15 dokter militer untuk membantu di lima rumah sakit di mana ruang gawat darurat mengalami kekurangan tenaga medis. Selain itu, sebanyak 235 dokter militer dan kesehatan masyarakat ditempatkan di rumah sakit lainnya yang juga membutuhkan penambahan staf. ANTARA