JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa kemajuan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses informasi. Dalam pandangannya, keadaan ini memungkinkan setiap individu berperan sebagai wartawan yang melaporkan berita seputar perkembangan terkini. Pernyataan ini diungkapkan oleh Joko Widodo saat acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional XXX di Samarinda, Kalimantan Timur, pada malam Minggu. Ia menyatakan bahwa saat ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, termasuk melalui media sosial yang semakin mendominasi, menggantikan posisi media konvensional. “Di era digital saat ini, masyarakat kita memiliki akses yang sangat mudah terhadap informasi. Media konvensional yang memiliki redaksi sekarang terdesak oleh media sosial dan media *online*, di mana setiap orang bisa menjadi wartawan tanpa adanya dewan redaksi,” ujar Jokowi. Melihat fenomena ini, ia menekankan pentingnya bagi setiap konsumen berita untuk bertindak sebagai editor bagi diri mereka sendiri. Setiap individu diharapkan memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang baik serta yang tidak layak disebarluaskan. "Kita harus cek dan ricek mana informasi yang benar dan mana yang termasuk hoaks atau berita palsu," imbuhnya. Presiden menambahkan bahwa pendidikan moral yang kuat, terutama nilai-nilai agama, diperlukan agar masyarakat mampu melakukan penyaringan informasi dengan baik. Pembelajaran dan penghayatan terhadap ajaran agama sangat penting dalam konteks ini. “Di sinilah peran penting MTQ, bukan hanya sebagai ajang menampilkan keindahan membaca Alquran, tetapi juga sebagai momentum untuk mengangkat Alquran, menerapkan ajarannya, serta memperkuat moral dan spiritual bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Jokowi. Selama acara, Presiden juga mengingatkan bahwa 48 tahun lalu, MTQ Nasional pernah diadakan di Kota Samarinda dan mengapresiasi bahwa penyelenggaraan kali ini jauh lebih baik. Beliau mencatat adanya banyak inovasi yang diterapkan, seperti pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi e-MTQ, e-maqra, dan e-scoring. “Harapan saya, bukan hanya penyelenggaraan MTQ-nya yang lebih baik, tetapi yang lebih penting adalah implementasi nilai-nilai Alquran seperti kejujuran, keadilan, perdamaian, dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. ANTARA