SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan bahwa gelaran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-30 yang diadakan di Kalimantan Timur menandakan dimulainya era baru bagi bangsa Indonesia. Dalam sambutannya pada acara pembukaan yang berlangsung di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Yaqut menyampaikan pentingnya penunjukan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah dalam konteks sejarah bangsa. Ia menjelaskan bahwa pemilihan daerah ini tidak sekadar untuk menjadi lokasi acara, melainkan juga indikasi awal dari babak baru dalam sejarah Indonesia. Samarinda, yang dikenal dengan sebutan "Kota Tepian", diharapkan dapat menjadi simbol bagaimana *Al Quran* seharusnya meresap ke dalam kehidupan masyarakat, menginspirasi kebangkitan dalam aspek spiritual, moral, dan budaya di seluruh Nusantara. Yaqut melanjutkan, baru-baru ini, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia juga dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara, menggambarkan posisi Kalimantan Timur sebagai penyangga utama dari proyek tersebut. Dalam rangka mendukung program unggulan Kementerian Agama, MTQ tahun ini juga menampilkan berbagai inovasi, salah satunya adalah penerapan aplikasi digital untuk mempermudah proses pendaftaran peserta dan penilaian di setiap perlombaan. Ia menegaskan bahwa aplikasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses hasil nilai secara langsung setelah tiap lomba selesai. Di samping itu, Yaqut menggarisbawahi nilai penting inklusivitas dalam perlombaan tersebut. MTQ ini juga melibatkan peserta dari kalangan disabilitas, terutama tunanetra, menandakan bahwa keterbatasan fisik tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk menikmati keindahan dan kemuliaan *tilawah* *Al Quran*. Menteri Agama juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalimantan Timur atas sambutan hangat dan dukungan penuh yang diberikan untuk kesuksesan acara MTQN ke-30 ini. Ia mengingatkan bahwa acara ini bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga melibatkan partisipasi dari saudara-saudara yang berkeyakinan lain. Kehadiran mereka adalah simbol kekuatan negara Indonesia, menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan dan keragaman adalah sebuah karunia. Presiden Joko Widodo turut berperan dalam membuka acara ini dengan melakukan penabuhan beduk sebagai tanda dimulainya MTQN ke-30 yang berlangsung dari 8 hingga 15 September 2024. Dalam pesannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya nilai-nilai yang tercantum dalam *Al Quran*, seperti kejujuran, keadilan, perdamaian, dan persatuan, agar dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, berharap agar penyelenggaraan MTQN ini dapat membawa banyak berkah bagi Benua Etam. Ia juga menekankan bahwa acara ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antar daerah dan berdampak positif terhadap ekonomi lokal. Pembukaan acara MTQ Nasional XXX berlangsung dengan meriah, dihadiri oleh para pejabat dari 35 provinsi. Pertunjukan seni yang menghibur serta penampilan *tilawah* dari para juara MTQ Nasional tahun lalu turut memeriahkan suasana. Selain itu, sebuah teater yang menceritakan masuknya Islam ke Kalimantan Timur juga dipentaskan dalam acara pembukaan tersebut. ANTARA