BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI (Kemenag) Prof Nur Syam menyempatkan diri menengok kampus IAIN Palangka Raya, Jumat (22/7/2016), sebelum salat Jumat di masjid Raya Darus Salam. Ia melihat proses pembangunan gedung kuliah yang sebenarnya juga bukan berasal dari pendanaan dari Kementerian Agama RI.


Pengembangan fasilitas kampus tersebut dibiayai dari dana surat berharga syariah negara (SBSN). SBSN yang dapat juga disebut Sukuk Negara adalah surat berharga (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah RI berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.


Rektor IAIN Palangka  Raya Ibnu Elmi AS Pelu mengatakan, pendanaan dari SBSN ini total akan terbangun 54 ruang kelas/kuliah. Ruang tersebut akan digunakan untuk kuliah tiga fakultas yaitu Fakultas Syariah, Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.


“Dana ini dari Kementerian Keuangan langsung. Pembangunan ini akan meliputi tiga fakultas berupa 54 kelas. Ini untuk tahun ini. Nanti 2017 akan kita tambah lagi 36 kelas jadi total masa kepemimpinan saya selama empat tahun empat bulan nanti ada 90 kelas,” jelas Ibnu.


Ia juga menuturkan, dengan tambahan pembangunan gedung ini pada 2017 pihaknya sudah siap sebanyak 126 kelas. Kenapa terus menambah kelas? Ibu mengatakan pembangunan diharap menambah aspek peningkatan akses dan aspek penambahan mutu.


“Ada dua aspek pembangunan, yaitu peningkatan akses dan aspek penambahan mutu. Nah, mutu itu diselenggarakan dalam sarana prasarana, sehingga peningkatan akses itu lebih awal,” tegasnya.


Sementara Prof Nur Syam menegaskan kedatangannya dalam kaitan proses belajar mengajar. Ia mendorong semua akademisi termasuk rektornya, untuk memiliki daya fund raising dan membuat jejaring yang luas di luar guna mencari suplai kerjasama pendanaan untuk membangun fasilitas kampus agar tidak hanya mengandalkan APBN saja.


”Terus terang saja sampai hari ini masih berprinsip bahwa gedung yang bagus dan memenuhi persyaratan kelayakan itu menjadi sangat penting dalam kerangka proses pembelajaran. Kita berharap semakin baiknya sarana pendidikan di IAIN ini, ke depan akan menarik minat untuk mahasiswa dan orang tua menguliahkan di tempat ini. Saya yakin, dengan prasarana bagus, gedung perkuliahan hebat, laboratorium yang cukup, infrastruktur lain yang memadai, sebuah kampus akan memiliki kewibawaan,” ujarnya. (ROZIKIN/m)