MAKASSAR –
**Borneonews - Gowa**, Pemerintah Kabupaten Gowa terus berkomitmen untuk menangani masalah kesehatan, khususnya terkait kanker, dengan fokus pada kanker serviks. Langkah terbaru yang diambil adalah penyelenggaraan pemeriksaan *IVA* dan *pap smear* yang melibatkan 26 Puskesmas, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf. Acara ini merupakan kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, serta RSUD Syekh Yusuf. Suryanti Andy Azis, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa, menegaskan bahwa seluruh Puskesmas sudah siap menerima pasien, terutama bagi perempuan yang ingin melakukan tes dan pemeriksaan *IVA* serta *pap smear*. Suryanti juga mengungkapkan bahwa mekanisme perkembangan kanker serviks adalah proses yang rumit dan bervariasi. Sebagian besar kasus, sekitar 80 persen, terjadi di negara-negara berkembang. Ia menyebutkan, sebelum tahun 1930, kanker serviks menjadi salah satu penyebab utama kematian di kalangan wanita. Namun, angka kematian tersebut berangsur-angsur menurun seiring dengan diperkenalkannya teknik skrining *pap smear* oleh papanikolau. Meskipun demikian, Suryanti menyesalkan bahwa program skrining ini belum merata di negara berkembang, yang menjadi salah satu alasan mengapa angka insiden kanker serviks masih tinggi. Ia menyatakan bahwa hal yang paling penting dalam menghadapi penderita kanker serviks adalah melakukan diagnosis sedini mungkin serta memberikan terapi yang efektif. “Bagi para ibu yang belum familiar, ini merupakan tantangan untuk mengatasi rasa malu dan takut yang seringkali menghambat mereka untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya. Pemeriksaan *IVA* adalah salah satu metode untuk mendeteksi dini kanker serviks melalui inspeksi visual serviks menggunakan aplikasi asam asetat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg. Abdul Haris Usman, menambahkan bahwa dengan keberadaan kegiatan seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining secara dini, terutama bagi wanita yang telah menikah dan berusia di atas 20 tahun. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan *IVA* dan *pap smear* pertama kali dilaksanakan di empat Puskesmas pada tahun 2008. Dalam perkembangan berikutnya, jumlah Puskesmas yang menyediakan layanan ini meningkat menjadi delapan pada tahun 2009. Pada tahun 2024, layanan ini diperluas ke 26 Puskesmas. Meskipun demikian, dari target pelaksanaan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis 2020 hingga 2024, hanya dua Puskesmas yang berhasil mencapai target, yakni Puskesmas Bontolempangan I dengan capaian 101,48 persen dan Puskesmas Lauwa yang mencapai 90,4 persen. Keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh adanya tenaga medis yang terlatih untuk melaksanakan pemeriksaan *IVA* dan *pap smear*, baik di dalam maupun di luar gedung Puskesmas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini kanker serviks dan menurunkan angka kejadian kanker di wilayah Gowa. ANTARA