JAKARTA –
**Borneonews - Samarinda**, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya masyarakat untuk memperkuat verifikasi terhadap berita-berita yang beredar, terutama di tengah kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh era digital. Hal ini disampaikan saat ia membuka Kompetisi Nasional Quran (MTQ) di Samarinda, Kalimantan Timur. Dia menyatakan bahwa kemampuan untuk melakukan verifikasi informasi kini menjadi semakin vital, mengingat media sosial memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk menjadi *“jurnalis”* dengan melaporkan pengalaman pribadi mereka. Menurutnya, media konvensional yang memiliki badan editorial mulai kehilangan daya saingnya di hadapan media sosial dan media online yang semakin mendominasi. “Kini semua orang bisa menjadi jurnalis, dan fenomena *citizen journalism* tanpa adanya badan editorial semakin nyata,” ujar Jokowi pada sebuah pernyataan pada hari Minggu. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat agar mulai berfungsi sebagai *“badan editorial”* mereka sendiri untuk menyortir arus informasi yang cepat dan laporan yang muncul di depan mereka. Presiden menggarisbawahi pentingnya untuk memeriksa dan memverifikasi kembali berita-berita yang diterima agar bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang merupakan berita palsu atau hoaks. Untuk menentukan laporan berita yang dapat dipercaya serta informasi yang berkualitas, Jokowi menekankan perlunya dasar moral yang kuat yang dapat diperoleh dari ajaran agama, seperti yang tergambar dalam pelaksanaan kompetisi Quran tersebut. Ia mengatakan, “MTQ bukan hanya momen untuk menunjukkan kemampuan membaca Quran, tetapi juga adalah era untuk mengagungkan dan menyebarkan ajaran Quran serta memperkuat basis moral dan spiritual bangsa.” Presiden juga mencatat bahwa Samarinda pernah menjadi tuan rumah MTQ hampir setengah abad yang lalu dan menyoroti bahwa kompetisi kali ini telah menjadi semakin modern dan inovatif. Penerapan aplikasi *e-MTQ* dan *e-scoring* menunjukkan kemajuan tersebut. "Saya berharap tidak hanya MTQ yang semakin berkembang, tetapi juga penerapan nilai-nilai Quran seperti kejujuran, keadilan, kedamaian, dan persatuan dalam kehidupan kita sehari-hari," ucapnya menambahkan. ANTARA