JAKARTA –
**Borneonews - Shanghai**, Sejumlah warga negara Indonesia dan masyarakat Tiongkok menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengunjungi KRI Bima Suci yang saat ini bersandar di dermaga No 10, Pangkalan Angkatan Laut Wusong, Shanghai. Kapal ini berada di wilayah tersebut dari tanggal 6 hingga 10 September 2024 sebagai bagian dari misi muhibah dan latihan praktik yang dikenal dengan *Kartika Jala Krida* (KJK), yang melibatkan total 193 personel. Rincian tersebut terdiri dari 78 taruna dan taruni, 17 anggota Staf TNI Angkatan Laut, serta 98 awak kapal. Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Berlianto Situngkir, menyambut baik kehadiran KRI Bima Suci. Ia menyatakan bahwa inisiatif ini mencerminkan hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Tiongkok, terutama di sektor militer. Meski misi ini tidak secara eksklusif berbicara mengenai aspek militer, namun juga berfungsi sebagai duta bangsa yang mempromosikan citra Indonesia melalui kehadiran kapal tersebut. Pada kesempatan itu, Berlianto mengaku bahwa ini adalah kali pertama ia menaiki KRI Bima Suci, meskipun kapal yang sama sudah pernah mengunjungi Shanghai pada tahun 2019. Ia menambahkan, setiap kapal memiliki karakteristik yang berbeda, dan kehadiran KRI Bima Suci bersama dengan taruna dan taruni di atasnya berperan dalam memperkenalkan budaya dan identitas Indonesia kepada masyarakat di Shanghai. Selanjutnya, Berlianto menekankan bahwa meskipun KRI Bima Suci berada dalam misi persahabatan, tampilan kapal yang besar dan kuat mencerminkan aspek lain dari karakter bangsa Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia diakui bukan hanya karena masyarakatnya yang ramah, melainkan juga karena sikap tegas yang ditunjukkan melalui armada militer seperti KRI Bima Suci. Salah satu pengunjung, Yudha, yang berusia 44 tahun, mengungkapkan kesenangannya dalam mengunjungi kapal tersebut. Ia menyatakan, “Ini adalah kali pertama saya berada di kapal semacam ini. Kapalnya tampak sangat bagus dan kokoh, meskipun sayang kami hanya diperbolehkan melihat dari luar saja.” Anak Yudha, Oza, yang berusia 16 tahun, menambahkan bahwa ia pernah merasakan pengalaman serupa di Jepang, tetapi hal itu tidak mengurangi rasa kagumnya terhadap KRI Bima Suci. Ia pun mengakui telah mengabadikan momen tersebut dalam beberapa foto. Selama berada di Shanghai, personel KRI Bima Suci akan melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk *open ship*, pertemuan dengan pejabat setempat, *cocktail party*, olahraga bersama, dan kegiatan budaya lainnya. Kapal ini berangkat dari Surabaya, Jawa Timur pada 1 Agustus 2024, kemudian melakukan pelayaran ke beberapa wilayah, termasuk Jakarta, Singapura, Sihanoukville (Kamboja), Hai Phong (Vietnam), Shanghai (China), Busan (Korea Selatan), Vladivostok (Rusia), Yokosuka (Jepang), Manila (Filipina), sebelum kembali ke Indonesia dengan rute melalui Balikpapan dan berakhir di Surabaya. KRI Bima Suci, yang merupakan kapal layar latih, telah selesai dirakit oleh *Constructora Naval Freire Shipyard* di Spanyol pada tahun 2017. Kapal ini menggantikan tugas dari kapal sebelumnya, KRI Dewaruci, dengan dimensi panjang 111,2 meter dan lebar 13,65 meter serta tinggi dek mencapai enam meter. Selain itu, KRI Bima Suci dilengkapi dengan tiga tiang utama yang mencapai tinggi 50 meter dan memiliki warna kuning keemasan, dinamakan "Tanggap", "Tangguh", dan "Trengginas", yang digunakan untuk membentangkan 26 layar utama. Walaupun terkesan klasik, KRI Bima Suci juga dilengkapi dengan teknologi modern, termasuk *kamera pengintai* untuk operasional, mesin-mesin canggih, serta peralatan komunikasi yang dapat digunakan oleh para awak kapal. Di dalamnya terdapat ruang aula yang dapat menampung hingga 90 orang untuk kegiatan belajar. Diperkirakan, KRI Bima Suci akan menyelesaikan misinya dan kembali ke pangkalannya di Surabaya pada tanggal 30 Oktober 2024. ANTARA