JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kurang dari 24 jam menjelang pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara, suhu persaingan antar kontingen semakin meningkat. Kontingen dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta kini berada dalam posisi yang sangat kompetitif. Jawa Timur menunjukkan dominasi yang mengesankan dengan total perolehan medali sebanyak 42, yang terdiri atas 19 medali emas, 11 perak, dan 12 perunggu. Jawa Barat mengikuti di posisi kedua dengan raihan 44 medali, terdiri dari 12 emas, 15 perak, dan 17 perunggu. Sementara itu, DKI Jakarta tertinggal di urutan ketiga dengan 36 medali yang terdiri dari 10 emas, 19 perak, dan 7 perunggu. Provinsi Aceh sebagai tuan rumah menempati peringkat keempat dengan perolehan 10 emas, 7 perak, dan 5 perunggu, sedangkan Sumatera Utara berada di urutan kelima dengan 9 emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Semangat para atlet semakin membara, menggambarkan kesiapan mereka sebelum obor PON dinyalakan pada pembukaan resmi di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Jawa Timur tetap kukuh di puncak klasemen sementara berkat keberhasilan meraih emas dari berbagai cabang olahraga. Pada hari sebelumnya, mereka berhasil mengamankan medali emas dari cabang senam aerobik, loncat indah, drumband, dan *muaythai*. Sebelumnya, sejumlah medali emas juga telah diperoleh dari cabang seperti balap sepeda, panjat tebing, angkat besi, hingga paramotor. Meski menduduki posisi puncak, persaingan tetap terasa ketat dengan sejumlah provinsi lain yang berambisi untuk menyalip. Tim futsal Jawa Timur mengalami kekalahan dari Kalimantan Timur pada final futsal putra, menunjukkan bahwa DKI Jakarta dan Jawa Barat adalah tantangan berat bagi provinsi tersebut. Keberhasilan sejumlah provinsi lainnya menunjukkan bahwa potensi atlet di Indonesia tersebar cukup merata. Misalnya, tim tuan rumah Aceh menunjukkan performa baik di cabang angkat besi dengan tiga medali emas. Kemudian, Sumatera Utara mencatatkan keberhasilan dalam cabang barongsai dengan empat medali emas. Cabang olahraga yang sering diikutsertakan di Olimpiade, seperti angkat besi, juga menunjukkan potensi besar dari berbagai daerah seperti Banten, Papua, Lampung, dan Kalimantan Timur. Selain itu, cabang *canoeing* juga menunjukkan prestasi yang menggembirakan dengan medali emas yang diraih oleh Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat. Jelas bahwa persaingan yang kian kompetitif akan semakin menonjol setelah PON XXI resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo. **Berbagai persiapan** Panitia Besar (PB) PON XXI yang diadakan di wilayah Sumatera Utara telah melakukan berbagai persiapan yang matang untuk memastikan pelaksanaan acara olahraga terbesar di Indonesia ini berjalan lancar. Mereka telah menyiapkan 20 pusat media di lokasi-lokasi pertandingan untuk mendukung kinerja jurnalis yang akan meliput acara tersebut. Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, menjelaskan bahwa setiap pusat media dilengkapi fasilitas lengkap seperti alat kerja, koneksi *wifi*, meja kerja, dan konsumsi untuk para jurnalis. Diperkirakan sekitar 700 jurnalis akan terlibat dalam peliputan PON XXI di Sumatera Utara. Untuk transportasi, Dinas Perhubungan Sumatera Utara juga telah menyiapkan 367 unit bus yang akan mendukung mobilitas atlet, ofisial, dan panitia. Agustinus Panjaitan selaku Kepala Dishub Sumut memastikan bahwa semua bus telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan laik jalan untuk operasional mulai 5 September hingga 21 September. Walaupun upacara pembukaan secara resmi akan berlangsung di Banda Aceh, Provinsi Sumatera Utara juga mengadakan acara pembukaan di Kabupaten Deli Serdang. Mahfullah P Daulay, Ketua Bidang Upacara PB PON XXI Sumut, menyatakan bahwa mereka berupaya untuk menyemarakkan momen bersejarah ini secara meriah dan sebanding dengan upacara pembukaan di Aceh. Acara pembukaan di Kabupaten Deli Serdang dijadwalkan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan serangkaian pertunjukan hiburan, sementara siaran langsung resmi akan dilakukan pada pukul 20.30 WIB di kedua provinsi. Berbagai kuis, undian, dan permainan menarik juga akan digelar untuk menarik minat masyarakat, dengan hadiah-hadiah menarik seperti satu unit mobil dan lima sepeda motor. Kapasitas untuk acara pembukaan di Sumut disiapkan sebanyak 5.080 kursi bagi masyarakat, pejabat, dan tamu undangan. Masyarakat juga dianjurkan untuk meramaikan pembukaan PON XXI meskipun tidak memiliki tiket. Bagi yang tidak mendapatkan tiket, panitia menyiapkan layar besar di luar stadion untuk menikmati siaran secara bersama-sama. ANTARA