JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Tim Red Bull, Christian Horner, mengungkapkan bahwa timnya perlu berupaya keras untuk meningkatkan performa menjelang paruh kedua musim *Formula 1* 2024. Dalam situasi kompetisi yang semakin ketat, Horner menekankan pentingnya usaha yang berkelanjutan untuk menghadapi tantangan saat ini. “Tidak ada satu pun yang merasa nyaman dengan keadaan yang kami hadapi. Semua orang di tim merasa tidak senang, dan kami harus bekerja keras untuk mengubahnya,” ujar Horner seperti yang dilansir dari sumber resmi *Formula 1*. Dia juga menambahkan, “Satu hal yang bisa kami banggakan adalah kekuatan dan kedalaman bakat yang dimiliki tim ini. Saya yakin kita akan bangkit kembali.” Kondisi persaingan saat ini cukup menantang, di mana keunggulan juara bertahan Max Verstappen di klasemen pembalap telah menyusut menjadi 62 poin dari Lando Norris, pembalap McLaren yang baru saja meraih kemenangan di balapan kandangnya di Belanda. Selain itu, Red Bull kini hanya memiliki selisih delapan poin dari McLaren dalam klasemen konstruktor. Menyikapi hasil kurang memuaskan pada Grand Prix Italia yang diadakan di Sirkuit Monza, Horner mengakui bahwa timnya perlu meningkatkan performa mobil RB20 demi mempertahankan peluang meraih kedua gelar tersebut. “Melihat performa di Monza, jelas terlihat bahwa kami menghadapi tekanan besar dalam klasemen,” ungkap Horner. “Kami hanya menempati posisi keempat dalam hal kecepatan mobil hari ini, dan itu adalah fakta. Jika kami ingin memastikan kemenangan untuk kedua gelar, kami harus segera memperbaiki performa mobil,” tambahnya. Saat ini, fokus utama tim adalah mencari solusi untuk masalah yang dihadapi mobil. Horner optimis bahwa ada beberapa langkah perbaikan yang dapat diimplementasikan sebelum balapan di Azerbaijan dan Singapura, serta selama jeda singkat yang akan datang. “Hal paling penting adalah memahami permasalahan yang ada. Saya yakin ada beberapa perbaikan yang memungkinkan untuk diperkenalkan. Meskipun mungkin tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah, langkah tersebut dapat membantu mengatasi sebagian dari isu yang ada,” jelas Horner. Dia kemudian menambahkan, “Kita memiliki waktu dua minggu sebelum balapan di Baku dan Singapura. Setelah itu, akan ada jeda singkat sebelum kita melanjutkan ke Austin, sehingga periode ini sangat krusial untuk kami.” ANTARA