PALANGKARAYA –
**Borneonews - Nanga Bulik**, Penjabat Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Said Salim menegaskan bahwa dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sangat penting dalam menciptakan keseimbangan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah tersebut. Menurut Said Salim, kerjasama dengan pemerintah pusat, terutama KLHK, diharapkan dapat membantu daerah dalam mencapai sinergi antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dalam pernyataannya di Nanga Bulik, pada hari Senin, Said Salim mengungkapkan harapannya agar dukungan ini rampung dalam upaya menciptakan keseimbangan yang lebih baik. Ia menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, ke Kabupaten Lamandau pada tanggal 7 September. Diharapkan kunjungan tersebut dapat memperkuat kolaborasi dalam berbagai program strategis yang mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup, serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan mitigasi dampak perubahan iklim. Saat kunjungan Menteri LHK di Lamandau, Said Salim dan jajarannya turut menyertai Menteri Siti Nurbaya ke Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa. Kunjungan tersebut juga melibatkan Bezos Earth Fund untuk memajukan pengelolaan perhutanan sosial, khususnya dalam pengakuan hukum atas hutan adat yang ada di daerah tersebut. Di hadapan masyarakat setempat, Menteri Siti Nurbaya menjelaskan bahwa sejak tahun 2018, pihaknya telah menganalisis dan mengikuti perkembangan di Kinipan. Ia menjelaskan, "Saya datang ke sini mengajak Bezos Earth Fund untuk mempelajari cara-cara penyelesaian masalah serta cara-cara untuk memperoleh hak masyarakat adat terkait pemanfaatan sumber daya yang ada." Bezos Earth Fund dikenal sebagai lembaga yayasan internasional yang memberikan perhatian kepada isu-isu masyarakat, termasuk masyarakat adat. Siti Nurbaya menambahkan, "Kami sudah memiliki contoh tentang solusi untuk permasalahan pemanfaatan hutan bagi kepentingan masyarakat adat. Dengan dukungan serta perhatian dari kerja sama internasional, kita dapat mengembangkan lebih jauh lagi inisiatif ini." ANTARA