JAKARTA –
**Borneonews - Berlin**, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, pada hari Minggu (8/9), menegaskan dukungannya untuk mengadakan konferensi damai internasional yang melibatkan Rusia sebagai langkah untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik ZDF, Scholz menjelaskan bahwa dalam pertemuan terbarunya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mereka mendiskusikan perkembangan terbaru dari situasi perang serta peluang untuk melaksanakan konferensi damai yang bertujuan menghentikan permusuhan. "Saya yakin saat ini adalah waktu yang tepat untuk membahas langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk keluar dari kondisi peperangan ini dan mempercepat terwujudnya perdamaian," ungkap Scholz. Ia juga menekankan bahwa sudah pasti akan ada konferensi damai lainnya dan menambahkan bahwa baik dirinya maupun Zelenskyy sepakat bahwa partisipasi Rusia dalam konferensi tersebut adalah suatu keharusan. Pertemuan antara Zelenskyy dan Scholz terjadi pekan lalu di Frankfurt, setelah Presiden Ukraina tersebut menghadiri pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina yang berlangsung di Pangkalan Udara Ramstein, yang terletak di Jerman barat daya. Setelah pembicaraan, Zelenskyy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Scholz atas dukungan yang diberikan Jerman, baik secara politik maupun militer kepada Ukraina. Ia mencatat bahwa mereka juga membahas rencana untuk konferensi damai kedua yang direncanakan berlangsung pada bulan November mendatang. Penting untuk dicatat bahwa konferensi damai pertama telah dilakukan pada bulan Juni di Swiss, namun Rusia tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri pertemuan tersebut. Lebih dari 90 negara turut berpartisipasi dalam perundingan tersebut, sementara komunike bersama yang dihasilkan didukung oleh sekitar 80 negara. Sebelum pertemuan itu, dalam langkahnya yang terpisah, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengusulkan inisiatif perdamaiannya yang meminta Ukraina untuk mengakui klaim teritorial Rusia. Dengan berbagai perkembangan ini, baik Scholz maupun Zelenskyy menunjukkan komitmen mereka untuk mengeksplorasi semua kemungkinan yang ada guna mencapai solusi damai yang menyeluruh bagi Ukraina. ANTARA