JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengirimkan telegram ucapan selamat kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam rangka memperingati ulang tahun ke-76 berdirinya Republik Rakyat Demokratik Korea. Dalam telegram tersebut, Putin menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Rusia dan Korea Utara berada dalam kondisi yang sangat baik. “Dengan hormat, Kamerad Kim Jong Un, saya ingin menyampaikan ucapan selamat saya yang tulus atas peringatan 76 tahun berdirinya Republik Rakyat Demokratik Korea,” tulis Putin dalam pesan tersebut. Ucapan ini dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) seperti yang disampaikan oleh Sputnik. Lebih lanjut, Putin menjelaskan bahwa hubungan antara kedua negara didasarkan pada tradisi persahabatan yang kokoh dan interaksi bertetangga yang harmonis, yang kini mencapai tingkat tinggi. Ia menambahkan bahwa hal ini telah ditegaskan kembali melalui pembicaraan konstruktif dan penuh makna yang baru saja berlangsung di Pyongyang. Presiden Rusia percaya bahwa melalui kerja sama yang terus berlanjut, kedua negara akan mampu mengembangkan dan memperkuat kemitraan strategis komprehensif mereka. Selain itu, Dmitry Medvedev, yang merupakan Ketua Partai Rusia Bersatu dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, juga mengirimkan telegram ucapan selamat kepada Kim Jong Un. Dalam pesannya, Medvedev mengungkapkan, “Kamerad Kim Jong Un yang terhormat, saya ingin mengucapkan selamat dari hati saya pada Hari Pendirian Republik Rakyat Demokratik Korea. Saya berharap kesehatan yang baik dan keberhasilan baru bagi Anda, serta kedamaian dan kemakmuran untuk Republik Rakyat Demokratik Korea.” Medvedev juga menyoroti bahwa di bawah kepemimpinan Kim, Korea Utara telah konsisten dalam menjalankan jalur yang telah dipilihnya meskipun menghadapi tekanan yang sangat berat dari berbagai kekuatan eksternal. Ia menekankan pentingnya kedaulatan dan kebebasan negara tersebut. Lebih lanjut, Medvedev mencatat bahwa interaksi antara Partai Rusia Bersatu dan Partai Pekerja Korea (WPK) merupakan komponen penting dalam kerjasama strategis yang terjalin antara Moskow dan Pyongyang. ANTARA