BORNEONEWS, Kasongan - Danrem 102 Panju Panjung Kolonel ARH Purwo Sudaryanto mengatakan para petani, terutama di Kalimantan Tengah akan sejahtera.

Ia mengatakan itu saat bersama pihak Pemerintah Daerah Katingan melakukan penanaman padi perdana di Desa Pendahara Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Sabtu (23/7/2016).

Menurut Danrem Kolonel Purwo Sudaryanto, kebiasaan masyarakat petani di Kalteng bertani dengan sistem ladang berpindah. Dengan sistem sawah atau lahan basah tentu menjadi hal yang baru bagi sebagian besar masyarakat Kalteng.

Untuk itu anggota TNI yang ada di Babinsa siap mendampingi para petani lokal mengubah pola bertanam padi dari ladang berpindah ke lahan sawah itu.

Menurutnya, hingga saat ini program cetak sawah baru di Provinsi Kalteng sudah tergarap 80 persen lebih atau sekitar 14.500 hektar tersebar di sejumlah kabupaten, temasuk di Kartngan.

"Dengan sistem sawah ini, kelebihannya yaitu bisa panen dua kali dalam setahun. Contohnya satu hektar bisa menghasilkan 4 sampai 5 ton gabah, tapi harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang baik, seperti sistem irigasi dan alat teknologi pertanian lainnya," sebutnya.

Dengan bertani menetap ini dapat dipastikan sangat menguntungkan dibanding ladang berpindah.

Untuk itu dia mengimbau kepada para penyuluh pertanian agar mendampingi para petani guna menyelingkan tanaman padi dengan palawija. 

"Saya lihat sudah ada tanaman sawit, jangan sampai lahan cetak sawah dialihkan jadi kebun sawit. Kalau betul-betul tekun, maka hasil pertaniannya bisa menghasilkan banyak uang," katanya.

Danrem mengusulkan kepada pihak Dirjen agar memberikan bantuan kapur dolomit guna menetralisir kadar PH keasaman sawah yang ada. Pasalnya rata-rata tanah yang sebagian bergambut memiliki PH keasaman yang tinggi.

"Saat musim panen biasanya harga gabah turun, diharapkan Pemda Katingan bisa menampung gabah petani melalui BUMD. Pemasaran bisa dilakukan dengan bermitra dengan seluruh perusahaan-perusahaan yang ada di katingan," imbuh Danrem.

Sekda Katingan Nikodemus mengatakan jika lahan cetak sawah di Kelurahan Pendahara merupakan pelimpahan jatah dari Desa Parigi Kecamatan Mendawai seluas 110 hektar dan kuota Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan sebanyak 50 hektar. Pada dua daerah itu, diketahui terus terendam air sehingga tidak efektif untuk program cetak sawah.

"Pemda sudah sejak lama mempersiapkan lahan untuk keperluan ketahanan pangan Kalteng maupun Indonesia. Sebab pangan merupakan salah satu alat penting dalam mempertahankan negara kedepan," katanya. (ABDUL GOFUR/m)