KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Nule Octo, memaparkan rencana pemerintah daerah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI untuk membangun 12 sumur bor. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyediaan air bersih yang kerap mengganggu masyarakat. Dalam keterangannya, Nule Octo menjelaskan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menangani masalah air bersih dalam jangka panjang. Pada tahun ini, kerjasama ini akan dilanjutkan dengan penyediaan air melalui pembangunan sumur bor di 12 lokasi menggunakan Dana Siap Pakai (*DSP*). Nule menekankan pentingnya upaya jangka panjang yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dalam rangka mengatasi kelangkaan air bersih, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan survei ke desa-desa yang dipilih sebagai lokasi penerima bantuan sumur bor. Dari rencana tersebut, tiga lokasi pertama yang telah diverifikasi oleh BNPB meliputi Desa Kuaken, Kuiola, dan Desa Luniup. Ketiga titik ini telah dinyatakan siap untuk dilaksanakan pembangunan sumur bor. Sementara itu, untuk sembilan desa lainnya yang juga akan menerima bantuan sumur bor dari BNPB, saat ini masih dalam proses verifikasi dan akan segera mendapatkan giliran untuk pembangunan. Di samping bantuan dari BNPB, pemerintah daerah juga telah mengajukan usulan dana melalui perubahan anggaran 2024 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ini dilakukan untuk memberikan dukungan bagi masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan dalam memperoleh air bersih. Nule Octo berharap agar usulan dana tersebut mendapatkan persetujuan dari DPRD demi kepentingan masyarakat yang sangat memerlukan akses terhadap air bersih. ANTARA