TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dua atlet Mixed Martial Arts (MMA) Kabupaten Barito Timur, Abednego dan Alfi Saputra yang akan dikirim untuk mengikuti pertandingan eksebisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut menghadapi kendala biaya karena anggaran yang terkumpul untuk rencana keberangkatan pada 14 September 2024 belum tercukupi.

Kondisi ini diungkapkan oleh Pelatih MMA dari Pengcab Indonesia Bela Diri Campuran Amatir-Mixed Martial Arts (IBCA-MMA) Barito Timur, Roy Prihatenta, Senin, 9 September 2024.

"Untuk kebutuhan biaya keberangkatan maupun akomodasi hingga saat ini kami masih mengandalkan dari proposal yang diajukan ke pihak ketiga. Cuma hingga saat ini hasilnya belum maksimal, karena itu kami berharap ada bantuan dari pihak KONI, tapi saat ini masih dalam penjajakan mudah-mudahan KONI bisa membantu kita untuk tampil di PON Aceh-Sumut ini karena ini termasuk pertandingan bergengsi tingkat nasional," papar Roy.

Abed dan Alfi yang akan bermain di kelas 65 kilogram dan 70 kilogram tersebut mewakili Provinsi Kalimantan Tengah bersama 5 atlet lainnya dari Kabupaten Kapuas dan 2 dari Kotawaringin Barat.

"Kalau untuk fisik kedua atlet ini sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Alfi ini sudah beberapa kali mengikuti pertandingan MMA dan mendapatkan kemenangan, sedangkan Abed sudah pernah mengikuti kejurnas dan meraih medali perak," ungkap Roy.

Meski dengan kondisi yang serba terbatas, dalam beberapa bulan terakhir Abed dan Alfi tetap melakukan latihan intensif, mengingat akan berhadapan dengan jago-jago dari berbagai provinsi.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Barito Timur, Muniko Kurniawan, telah dimintai tanggapan melalui pesan Whatsapp terkait rencana keberangkatan atlet MMA ke PON XXI Aceh-Sumut dan kemungkinan adanya dukungan anggaran dari KONI, namun hingga berita ini dikirim ke redaksi, pertanyaan yang diajukan Borneonews belum ditanggapi. (BOLE MALO/R)