**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna, yang terletak di Kepulauan Riau, baru-baru ini melaksanakan pelatihan pengelolaan desa wisata. Pelatihan ini ditujukan kepada para pengelola wisata yang berada di daerah tersebut.
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pelatihan yang berlangsung di salah satu penginapan di Kecamatan Bunguran Timur pada hari Senin. Ia menyatakan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar objek wisata dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Menurutnya, hal mendasar dalam dunia pariwisata adalah menjaga kebersihan. Meskipun suatu daerah memiliki potensi wisata yang besar, jika kebersihan tidak dijaga, maka wisatawan kemungkinan akan enggan untuk datang kembali. "Inti dasar pariwisata adalah kebersihan; tanpa kebersihan, objek wisata tidak akan menarik minat pengunjung," tegasnya.
Dalam penjelasannya, Rodhial Huda juga menegaskan bahwa kebersihan yang dimaksud meliputi tidak adanya sampah dari kemasan makanan, minuman, atau benda-benda plastik lainnya yang berserakan di area objek wisata. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan di tempat wisata adalah tanggung jawab kolektif yang bisa diawali dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.
"Kita harus memulai dari diri kita sendiri. Ketika pola hidup bersih sudah ditanamkan, maka terciptanya lingkungan bersih akan lebih mudah terjadi," tambahnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Wan Abdul Halim, turut menjelaskan bahwa peserta pelatihan ini terdiri dari pengelola desa wisata di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para pengelola wisata agar mereka lebih profesional dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pengunjung.
"Target yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah agar peserta dapat memahami dasar-dasar kepariwisataan serta pengembangan kelembagaan dalam pengelolaan desa wisata," jelasnya.
Wan Abdul Halim menginformasikan bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 9 hingga 11 September 2024. Metodologi yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup penyampaian materi, diskusi, kerja kelompok, dan kunjungan lapangan. "Pemateri akan berasal dari Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari (*Aspabri*) Kepulauan Riau," pungkasnya.
ANTARA
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Digelar di Natuna untuk Peningkatan Kualitas
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







