BORNEONEWS, Seruyan - Menyambut HUT Kabupaten Seruyan ke-14 pada 5 Agustus 2016, sejumlah persiapan terus dilakukan Pemkab Seruyan. Salah satunya, yakni pembuatan stand yang akan ditempati oleh masing-masing dinas atau badan di lingkungan kerja pemerintah daerah setempat.

Untuk perayaan HUT kabupaten tahun ini, stand yang biasanya menggunakan rangka besi dan beratap mewah berlogo lambang Seruyan, kali ini dibuatkan sederhana. Rangka yang digunakan hanya berupa kayu dengan beratap daun nipah dan berdinding tikar ayaman.

Adanya pembuatan stand sederhana itu, membuat sejumlah pengrajin atap daun nipah kebanjiran omzet pesanan untuk mencukupi pembuatan atap stand hingga selesai. 

“Wah, sangat lumayan karena kita banyak dapat pesanan pembuatan atap daun nipah dari pemkab. Kalau pada hari biasanya, pesanan yang datang cuma sedikit. Pesanan itu pun tidak hari datang,” ujar seorang pembuat atap daun nipah di bilangan Jalan Patimura Kuala Pembuang II, Minggu (24/7/2016).

Sementara di lokasi pembuatan stand di luar lokasi lapangan Gagah Lurus Kuala Pembuang yang akan menjadi pusat lokasi peringatan HUT Seruyan, sejumlah pekerja pembuat stand terus melakukan pekerjaannya.

“Baru pertama kali ini, stand yang akan dibuatkan pemkab menggunakan atap daun nipah. Ini akan lebih menarik terlihat. Sebab atap daun nipah sebelumnya tidak pernah digunakan untuk kegiatan resmi pemerintah daerah. Ya, kita terus berupaya pengerjaan stand ini bisa selesai semua tepat waktu,” ujar Agus, salah seorang pekerja stand.

Bupati Seruyan Sudarsono menyampaikan, untuk peringatan HUT Seruyan ataupun HUT Proklamasi RI ke-71 pada 2016, pemerintah daerah sengaja tidak menggunakan stand yang biasa digunakan. Melainkan pembuatan stand dibangun secara sederhana.

“Selain kita bisa menghemat anggaran karena biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan stand kali ini jauh lebih murah. Masyarakat pun khususnya petani nanti bisa memanfaatkan dan menerima atap ataupun dinding berupa anyaman tikar anyaman purun begitu agenda peringatan selesai dilaksanakan. Sehingga para petani bisa memanfaatkannya untuk perbaikan pondok pertanian mereka. Banyak petani yang membutuhkan atap dan tikar ini. Jadi atap dan tikar itu akan kita sumbangkan ke masyarakat. Selain itu, para pengrajinnya juga dapat memperoleh peningkatan penghasilan pendapatan dari adanya pembuatan stand yang dimaksud,” kata Sudarsono. (PARNEN/m)