MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru-baru ini melakukan pembukaan blok baru di tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah di daerah tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sarkin, menyatakan bahwa pembukaan blok baru sangat penting, mengingat blok A sebelumnya telah terisi penuh oleh sampah. Menurutnya, lokasi baru yang dibuka berada di sekitar area TPA dan memiliki luas sekitar 10 hektare. Hal ini diyakini dapat menampung limbah selama sekitar sepuluh tahun ke depan. Produksi sampah di Lombok Tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini, total sampah yang dihasilkan, baik dari rumah tangga maupun limbah lainnya, telah mencapai lebih dari 70 ton per hari, meningkat dari angka sebelumnya yang hanya sekitar 50 ton per hari. Lalu Sarkin juga menekankan bahwa jumlah ini belum termasuk sampah yang dibuang secara sembarangan oleh segelintir oknum warga. Karenanya, pengelolaan sampah di Lombok Tengah tetap berfokus pada upaya memilah sampah sejak dari rumah. Lalu mengingatkan pentingnya membuang sampah yang tidak dapat diolah ke TPA dan berupaya untuk mendaur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik. Di samping itu, pengolahan sampah rumah tangga dapat dilakukan melalui budidaya maggot. Dia menegaskan perlunya kesadaran masyarakat untuk mulai melakukan pengurangan sampah di tingkat rumah tangga sebelum membuangnya ke TPA. Selain itu, Lalu Sarkin menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di TPA Lombok Tengah menggunakan sistem timbunan. Sistem ini dipilih agar tidak terjadi risiko kebakaran saat musim kemarau. Meskipun jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini masih terbatas, Lalu menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada. Saat ini, jumlah armada truk pengangkut mencapai sekitar 20 unit, ditambah dengan beberapa roda tiga untuk menjangkau area jalan sempit yang sulit diakses. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut. ANTARA