**Borneonews - Banyumas**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh bencana tanah longsor dan banjir di beberapa daerah di Banyumas. Bencana ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada hari Minggu, 8 September.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, menjelaskan bahwa setelah melakukan asesmen pada malam harinya hingga dini hari, mereka menemukan bahwa longsor terjadi di satu desa sementara banjir melanda tiga desa berbeda. Kejadian tanah longsor terdeteksi di Grumbul Gandusari, Desa Cibangkong, dalam wilayah Kecamatan Pekuncen, saat itu tercatat sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan deras yang terus mengguyur sejak pukul 13.00 WIB menjadi penyebab utama bencana ini.
Longsor yang terjadi merusak ruas jalan kabupaten yang sebelumnya sudah mengalami retakan. Budi menambahkan, setelah enam jam hujan saat itu, jalan yang retak akhirnya mengalami longsor dengan ukuran panjang lima meter, tinggi empat meter, dan lebar sembilan meter. Kejadian ini ternyata juga berdampak pada rumah milik Kuswanto, yang mengalami kerusakan pada kaca jendela akibat tertimpa pohon nangka yang tumbang bersamaan dengan longsor. Meski demikian, tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat ini, nilai kerugian pasca-longsor masih dalam tahap perhitungan. Namun, Budi menegaskan bahwa jalur tersebut masih dapat dilalui oleh kendaraan. Dalam upaya mengatasi dampak longsor, masyarakat setempat telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material yang tertimbun.
Selanjutnya, bencana banjir terjadi di Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, serta Desa Cikawung dan Pasiraman Kidul yang berada di Kecamatan Pekuncen. Banjir di Desa Pandansari, tepatnya di RT 03 RW 03 dan RT 05 RW 03, disebabkan oleh luapan Sungai Dondong yang menggenangi permukiman penduduk. Tinggi genangan air mencapai lebih kurang 20 sentimeter di dalam rumah dan sekitar 50 sentimeter di pekarangan.
Sebanyak 35 keluarga yang terdiri dari 105 jiwa di RT 05 RW 03 terimbas oleh banjir tersebut, dan di RT 03 RW 03 terdapat 20 keluarga dengan 60 jiwa yang juga terpengaruh. Di lokasi lain, banjir yang melanda Desa Cikawung terjadi akibat luapan dari saluran irigasi Banjar Kawung, berdampak pada rumah di RT 01 RW 04, RT 03 RW 07, dan RT 03 RW 04, masing-masing satu rumah. Selain itu, sekitar 3.000 benih ikan di kolam warga di RT 01 RW 07 hilang tergerus air banjir.
Di Desa Pasiraman Kidul, khususnya di RT 01 dan RT 02 RW 01 serta RT 01 dan RT 02 RW 02, banjir juga tercatat disebabkan oleh luapan irigasi yang memengaruhi empat rumah penduduk. Menanggapi situasi ini, Budi Nugroho mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada akan kemungkinan munculnya bencana susulan, terutama mengingat ramalan cuaca dari BMKG yang menyatakan bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga hari Senin, 9 September.
ANTARA
Banjir dan Longsor Melanda Banyumas, BPBD Siaga Hadapi Bencana
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







