JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura, Papua, menekankan pentingnya kajian lingkungan hidup strategis, atau yang dikenal dengan singkatan KLHS, dalam penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Kajian ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang solid untuk perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. RPJPD yang mencakup periode 2025 hingga 2045 telah melalui proses pembahasan oleh DPRD Kabupaten Jayapura dan kini telah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dievaluasi dan diimplementasikan. Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Parson Horota, menjelaskan bahwa tahap awal sebelum menyusun RPJPD adalah melakukan pembahasan mengenai KLHS. Horota menekankan, "Tujuan kami adalah memastikan bahwa dalam merancang tata ruang Kabupaten Jayapura untuk dua dekade mendatang, KLHS harus dianggap sebagai aspek yang sangat penting. Kami ingin agar perkembangan daerah ini dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan." Ia menambahkan bahwa dalam peraturan terkait penataan ruang, KLHS merupakan elemen krusial yang harus selalu dipertimbangkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa meskipun daerah berkembang, masalah-masalah lingkungan dapat diminimalisir atau dihindari sepenuhnya. "Banjir dan longsor yang sering terjadi di Kabupaten Jayapura harus dicatat sebagai isu penting. Dengan demikian, ketika merencanakan pembangunan masa depan, kita perlu memperhatikan situasi ini untuk mencegah terjadinya masalah lingkungan yang lebih besar," ujarnya lebih lanjut. Di samping itu, Horota menjelaskan bahwa Kabupaten Jayapura memiliki berbagai jenis wilayah, termasuk pantai, rawa, lembah, dataran rendah, perbukitan, serta pegunungan. Setiap wilayah ini memerlukan pendekatan yang berbeda dalam upaya pelestarian lingkungan, untuk mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan. "Penekanan ini kami sampaikan agar menjadi pedoman bagi kepala daerah di masa mendatang dalam menyusun program strategis untuk lima tahun ke depan," tambahnya. Ia juga berharap bahwa aspek lingkungan dapat menjadi prioritas utama dalam setiap program yang disusun oleh pemerintah daerah. "Kami berharap agar bencana seperti banjir atau longsor tidak menimpa pemukiman warga di Kabupaten Jayapura," tutup Horota. ANTARA