KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Kegigihan dan keuletan Supardi (36) dalam berusaha patut diacungi jempol.

Bagaimana tidak, pria asal Nganjuk, Jawa Timur ini yang dulunya ikut orang menjual pentol bakso keliling, kini malah memiliki banyak karyawan.

Ya, Supardi kini memiliki tiga mata usaha yang kesemuanya itu bisa dibilang sukses. Ketiga usaha yang dimiliki Supardi tersebut, yakni sebagai penjual pentol bakso, penjual ayam kentaki dan penjual ayam potong (broiler).

Supardi menceritakan pada 2014 lalu, dirinya merantau ke Kasongan, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah dari Nganjuk, Jatim.

"Tahun 2014 saat baru tiba dari Jawa itu, saya tinggal di barak dan ikut orang selama dua tahun menjual pentol bakso di Kasongan ini," kata Supardi, Senin, 9 September 2024.

Ia mengaku saat itu ia menjual pentol bakso dengan gerobak dorong atau jalan kaki. "Waktu itu saya jualannya ke Desa Talian Kereng, jalan, mendorong gerobak pulang pergi itu sekitar empat jam," tuturnya.

Selama dua tahun ikut menjualkan pentol bakso orang lain, Supardi lalu mencoba membuat pentol sendiri untuk dijual sendiri.

"Saat itu tahun 2016 sebenarnya sih ada paksaan bukan rancanangan dari teman-teman untuk mandiri," katanya.

Supardi lantas menuruti saran dari temannya untuk mandiri, yakni modal sendiri.

"Saya kemudian mengikuti saran teman. Ahamdulillah sampai sekarang ini sudah ada 15 gerobak rombong khusus pentol bakso, bukan lagi dodorong tapi pakai sepeda motor " ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya usaha pentok bakso keliling saja, Supardi juga mengaku memiliki usaha lain, yaitu ayam kentaki dan menjual ayam potong dengan jumlah total karyawannya sebanyak 25 orang.

Yang khusus menjual pentol bakso (daging ayam) ada 15 orang yang masing-masing membawa satu sepeda motor dengan rombongnya.

--page

Selain di seputaran Kota Kasongan, karyawannya itu juga keliling sampai di wilayah kecamatan lainnya, seperti Pendahara, Buntut Bali dan Dahian Tunggal.

Supardi mengatakan jika dirinya hanya mengambil keuntungan 50 persen dari usahanya tersebut. "Tapi Kalau dihitung hasilnya selama delapan tahun itu sudah banyak mas,"ucapnya.

Selain beli tanah dan bangun rumah beton di Jalan Bukit Raya Kelurahan  Kasongan Lama, Supardi mengaku ia juga membangun rumah toko atau ruko 4 pintu di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Kasongan yang kini pembangunannya sudah 90 persen. Supardi juga mengaku telah membeli mobil jenis Toyota Fortuner.

Supardi mengatakan jika usahanya tidak pernah libur, namun kadang ada karyawanannya ijin libur. "Kalau bikin pentol ini tidak ada liburnya mas. Dan karyawan yang ikut kerja hanya modal tenaga, karena unit sepeda motor dan rombongnya sudah disediakan," tambah Supardi. (ABDUL GOFUR/R)