**Borneonews - Dhaka**, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (DGHS) Bangladesh melaporkan munculnya 463 infeksi baru demam berdarah dengue (DBD) dalam 24 jam terakhir, disertai satu kematian yang terjadi di berbagai rumah sakit di negara tersebut. Situasi ini semakin memprihatinkan, mengingat dugaan para ahli entomologi bahwa penyebaran demam berdarah akan semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Menurut informasi yang diterima dari Anadolu, sekitar 193 pasien demam berdarah saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Dhaka, sementara 270 pasien lainnya dirawat di rumah sakit di luar ibu kota. Sebelumnya, pada hari Sabtu tercatat tiga orang meninggal dunia dan lebih dari 400 kasus baru terdaftar dalam periode waktu yang sama.
Dengan adanya penambahan kasus ini, total infeksi yang dilaporkan sejak bulan Januari mencapai 15.670, dengan total 96 kematian terkait DBD. Dari jumlah tersebut, 13.992 pasien telah mendapatkan perawatan dan diizinkan untuk keluar dari rumah sakit setelah kondisinya membaik.
Tahun ini, Bangladesh mengalami lonjakan yang signifikan dengan mencatat 1.705 kematian akibat DBD dan 321.179 kasus secara keseluruhan, menurut data dari DGHS. Penyakit DBD ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, dan hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk mengatasi infeksi tersebut.
Kabirul Bashar, seorang ahli entomologi dan profesor di Universitas Jahangirnagar, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis mereka, jumlah kasus akan meningkat pada bulan September. Hal ini diakibatkan oleh pola cuaca yang memberi kontribusi pada perkembangan larva nyamuk, terutama di bulan Juli, yang merupakan awal musim hujan di Bangladesh.
Bashar mengindikasikan kekhawatiran mengenai kemungkinan situasi yang akan semakin memburuk pada bulan Oktober apabila tidak diambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dengan berkonsultasi kepada pakar di bidang entomologi dan kesehatan. Ia juga menyampaikan bahwa tidak semua pasien yang terdiagnosis DBD melapor atau menerima perawatan medis, sehingga data yang ada mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan jumlah sebenarnya dari mereka yang terinfeksi.
Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca saat ini di Bangladesh sangat mendukung untuk pembiakan nyamuk DBD, sehingga perlu dilakukan penelitian dan tindakan ilmiah untuk melawan penyebaran penyakit ini secara efektif. Bashar mendorong pemerintah setempat untuk mengambil langkah-langkah yang jelas, yaitu pengelolaan titik panas, manajemen pembiakan, dan pengelolaan larva dengan pendekatan ilmiah guna mencegah penyebaran lebih lanjut dari penyakit demam berdarah dengue.
ANTARA
Bangladesh Hadapi Lonjakan Kasus DBD, Kematian Menjadi 96
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
OJK Gencar Edukasi Keuangan di Kalangan Pemuda Cegah Rekening Dormant
Kemlu Pastikan Seluruh Jamaah Umrah Aman di Tengah Eskalasi Konflik
Ginting Harus Mengakui Keunggulan Richie Duta di Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







