BORNEONEWS, Palangka Raya - Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hadir dalam kegiatan adaptasi pembatasan penggunaan handphone di lingkungan asrama MAN Insan Cendikia Kota Palangka Raya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh siswa dari Gen I dan Gen II tersebut, Satgas PPA yang dimotori oleh Widya Kumala memberikan edukasi tentang bahaya perundungan dan mensosialisasikan Stop Bullying di lingkungan sekolah.
Widya Kumala, yang akrab disapa Kak Yaya, memaparkan materi penting seputar pencegahan dan penanggulangan kekerasan pada anak yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan asrama.
Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah anak secara kekeluargaan sebelum melibatkan hukum, untuk menghindari dampak negatif terhadap anak.
"Seringkali masalah anak belum dapat diselesaikan di luar hukum, padahal jika masalah tersebut masih dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun diselesaikan secara hukum, bisa jadi berdampak buruk terhadap anak," ungkap Kak Yaya.
Selain edukasi, kegiatan yang dilaksanakan pada minggu kedua ini juga melibatkan siswa dan siswi dalam studi kasus dan menggali suara anak tentang harapan di asrama melalui Pohon Harapan.
"Hasil dari pohon harapan tentang harapan dan keluh kesah siswa dan siswi yang tinggal di asrama MAN Insan Cendikia akan kami serahkan ke pihak sekolah sebagai acuan memperbaiki sistem yang sudah berjalan," pungkasnya. (PATHUR/R)









