BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, menyampaikan bahwa inflasi di Kota Palangka Raya menunjukkan penurunan signifikan pada bulan Agustus 2023 berdasarkan data yang dirilis oleh BPS.
"Tingkat inflasi tercatat sekitar 1,8 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Hera Nugrahayu, Senin, 9 September 2024.
Namun, Hera mengingatkan bahwa potensi kenaikan inflasi masih ada, terutama akibat kelangkaan barang kebutuhan pokok di pasaran. Hal ini disampaikan berdasarkan peringatan dari Kepala BPS Palangka Raya.
"BPS Kota Palangka Raya telah memberikan peringatan bahwa potensi kenaikan inflasi bisa kembali terjadi, akibat beberapa faktor. Terutama terkait kelangkaan barang kebutuhan pokok di pasaran," jelas Hera.
Hera menekankan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menunjukkan respon cepat dalam memantau pergerakan harga dan melakukan sejumlah antisipasi, sehingga potensi kenaikan inflasi berhasil diredam.
--page
“Tim TPID kita gerak cepat ya, untuk bisa memantau pergerakan harga dan melakukan sejumlah antisipasi. Ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi antisipasi inflasi, TPID Palangka Raya juga melakukan upaya kerja sama lintas daerah. Baru-baru ini, TPID Palangka Raya melakukan kunjungan ke Kabupaten Tabalong dan Hulu Sungai Tengah.
Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat kerja sama antar daerah yang memiliki kelebihan dalam produksi komoditas tertentu, sehingga pasokan barang dapat terjaga.
"Semoga kunjungan ke Kabupaten Tabalong dan Hulu Sungai Tengah dapat berdampak positif dan dapat membuat pasokan barang dapat terjaga," pungkasnya. (PATHUR/j)









