JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar pengelolaan bahan bakar pesawat, khususnya *avtur*, dilakukan secara *multiprovider*. Hal ini bertujuan untuk menghindari monopoli yang dapat menyebabkan tingginya harga tiket pesawat domestik. Dalam keterangannya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Budi Karya menegaskan pentingnya pengelolaan *avtur* oleh beberapa *provider*. Ia merujuk pada rekomendasi dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mendorong adanya beberapa *provider* dalam industri ini. Langkah ini termasuk dalam empat usulan utama yang disampaikannya mengenai strategi untuk menurunkan biaya tiket pesawat. Menteri Perhubungan menjelaskan, meskipun biaya tiket pesawat tidak dapat ditentukan secara sembarangan, ada proses yang perlu ditempuh. Salah satu fokus utama adalah memperbaiki pajak-pajak terkait dengan suku cadang, yang saat ini telah mendapatkan persetujuan dan tengah diperbaiki di Kementerian Keuangan. Usulan kedua berkenaan dengan pajak pertambahan nilai (PPN). Ia mencatat bahwa di sejumlah negara lain, *PPN* pada industri penerbangan tidak diterapkan. Namun, dalam dialog bersama Menteri Keuangan, mereka berpendapat bahwa penghapusan *PPN* untuk sektor ini harus diimbangi dengan penghapusan pajak lain yang mungkin timbul, yang membuat isu ini menjadi rumit. Selain dua usulan tersebut, Budi Karya juga menyebut perlunya evaluasi biaya-biaya lainnya yang berkontribusi terhadap tingginya harga tiket. Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, juga menegaskan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menurunkan harga tiket pesawat. Satuan tugas ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait lainnya. Ditegaskannya bahwa selain *avtur*, terdapat faktor lain yang mempengaruhi tingginya harga tiket domestik, seperti beban pajak dan biaya operasional yang harus ditanggung oleh maskapai. Upaya bersama ini diharapkan dapat menciptakan solusi yang lebih komprehensif dalam menurunkan harga tiket pesawat di Indonesia. ANTARA