MANADO –
**Borneonews - Tahuna**, Balai Karantina Hewan Ikan Tumbuhan Provinsi Sulawesi Utara baru-baru ini berhasil mencegah upaya penyelundupan ayam yang terjadi di Pelabuhan Laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kejadian ini merupakan hasil kerja keras dari petugas karantina yang berada di bawah naungan Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Laut Tahuna. Kepala Karantina Sulut, I Wayan Kertanegara, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sebanyak 49 ekor ayam yang diketahui tidak dilengkapi dengan dokumen karantina yang sah. Ayam-ayam tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke kantor Satpel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Renold Rahajaan, yang merupakan penanggung jawab Satpel Pelabuhan Laut Tahuna, menjelaskan bahwa penemuan puluhan ayam tersebut terjadi saat tim mereka tengah melakukan patroli rutin. Patroli dilakukan untuk mengawasi lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan di atas kapal KM Mercy Teratai. Selama pemeriksaan, tim menemukan ayam-ayam tersebut terkurung dalam sebuah ruangan yang terkunci di dalam kapal. Setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal, petugas berhasil mengeluarkan ayam-ayam tersebut. Tindakan penahanan dilakukan untuk mencegah pengiriman ayam yang tidak jelas status kesehatannya dari Tahuna ke Manado, serta untuk memastikan bahwa semua prosedur perkarantinaan dipatuhi. Lebih lanjut, petugas karantina juga berhasil memperoleh keterangan dari pemilik ayam, yang mengaku tidak mengetahui adanya regulasi terkait perkarantinaan saat mengirimkan hewan, ikan, dan tumbuhan. Sebagai langkah selanjutnya, pemilik barang diminta untuk menandatangani berita acara dan memberikan komitmen untuk tidak melakukan pelanggaran hukum terkait Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan di masa mendatang. Setelah proses ini, ayam-ayam yang ditahan akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya setelah kapal meninggalkan perairan Tahuna. Tindakan ini mencerminkan upaya serius dari pihak berwenang dalam menjaga kesehatan dan keamanan ekologis setempat. ANTARA