YOGYAKARTA –
**Borneonews - Kulon Progo**, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang menjalankan program kurasi untuk berbagai produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini mencakup produk kuliner hingga sayuran yang diharapkan dapat memberikan peningkatan kualitas dan daya saing. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati, menjelaskan bahwa langkah kurasi ini bertujuan untuk menarik perhatian konsumen, terutama dengan inovasi kemasan sayur segar yang siap masak. Dengan kemasan yang praktis, diharapkan konsumen akan lebih mudah dalam mengolah sayuran tersebut. Sebagai contoh, Iffah menyebutkan Erna Ningsih, seorang pelaku UMKM yang beroperasi di Dayakan, Pengasih. Erna mengemas sayuran seperti sayur bening dan sayur lodeh dalam kondisi sudah dipotong sesuai kebutuhan, sehingga konsumen tidak perlu repot-repot menyiapkannya. Ini membuat produk tersebut semakin menarik, bahkan bagi karyawan di Diskop UKM yang terlibat langsung dalam proses kurasi. Iffah juga menambahkan bahwa karyawan Diskop UKM telah membeli produk sayuran segar kemasan itu melalui platform *BelaBeliKu* yang dapat diakses di situs web resmi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produk sayuran tersebut laris di pasaran. Menariknya, penggunaan aplikasi *BelaBeliKu* ini tidak hanya terbatas untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM di Kulon Progo untuk menjangkau pasar yang lebih luas, yang diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk mereka. Iffah berharap dengan bertumbuhnya akses pasar yang lebih luas, pelaku UMKM dapat meraih peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian lokal, serta mendorong perkembangan usaha mikro dan kecil di daerah tersebut. ANTARA