**Borneonews - Ternate**, DPRD Kota Ternate, yang terletak di Maluku Utara, menginformasikan bahwa pemerintah setempat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk Belanja Tak Terduga (BTT) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2024. Anggaran ini ditujukan khusus untuk menanggulangi dan memulihkan kondisi pasca bencana.
Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy, menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk penanganan bencana serta pemulihan setelah banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua, yang mengakibatkan hilangnya nyawa sebanyak 19 orang. Dalam komentarnya, Muhajirin mengungkapkan bahwa saat ini proses penanganan sudah berlangsung, mencakup evakuasi korban dan pembersihan lumpur yang telah menutupi puluhan rumah serta jalan utama yang sempat terputus. Aktivitas transportasi, baik roda dua maupun roda empat, sudah kembali lancar menghubungkan pusat kota dengan Pulau Ternate.
Dia menegaskan bahwa alokasi BTT sebesar Rp15 miliar merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menangani bencana di wilayah tersebut. Anggaran ini diharapkan dapat mencakup berbagai program, termasuk penanganan pasca bencana dan relokasi rumah bagi warga yang terdampak.
Sebelumnya, pemerintah kota telah merespons bencana ini dengan memperpanjang masa tanggap darurat setelah banjir bandang melanda Kelurahan Rua, yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah. Perpanjangan masa tanggap darurat ini berlangsung selama dua pekan ke depan. Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengungkapkan bahwa fokus utama dari perpanjangan ini adalah pemulihan dan perbaikan berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Rizal menjelaskan bahwa keputusan untuk memperpanjang masa tanggap darurat didasarkan pada laporan dari setiap bidang penanganan. Setelah evaluasi yang dilakukan 13 hari setelah bencana, disimpulkan bahwa masa tanggap darurat perlu diperpanjang selama 14 hari lagi.
Data terakhir menunjukkan bahwa sebanyak 72 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 245 jiwa telah terdata sebagai warga yang terkena dampak bencana, menurut keterangan Dinas Sosial Ternate. Dari jumlah tersebut, 19 KK telah dipindahkan ke rumah hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap oleh Kementerian PUPR dilakukan, dengan total 49 unit rumah direncanakan.
Dua lokasi yang telah disiapkan untuk hunian sementara adalah asrama Haltim dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang berada di lingkungan kampus STIKIP Ternate. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi hingga pemulihan selesai.
ANTARA
Pemkot Ternate Alokasikan Rp15 Miliar untuk Penanganan Bencana
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
Komentar (0)
Memuat komentar…







