SEMARANG –
**Borneonews - Purwokerto**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto berupaya mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan eks Keresidenan Banyumas, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, dalam memperoleh sertifikasi halal. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi syariah yang dilaksanakan bersamaan dengan pengembangan UMKM. Kepala KPw BI Purwokerto, Christoveny, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan 50 pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. "Kami sudah merencanakan program pengembangan ekonomi syariah yang selaras dengan upaya pengembangan UMKM, sehingga kami memfasilitasi mereka untuk mendapatkan sertifikasi tersebut," ujarnya dalam acara "Capacity Building Wartawan BI Purwokerto" di Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Lebih lanjut, Christoveny menjelaskan bahwa mereka tidak hanya akan fokus pada sertifikasi halal. Mereka juga memberikan dukungan kepada UMKM agar dapat terintegrasi dalam ekosistem halal dari hulu hingga hilir. Dalam konteks ini, pada tahap hulu, KPw BI Purwokerto memfasilitasi pelatihan juru sembelih halal dan pengoperasian rumah potong halal. "Dengan memastikan bahwa proses hulu sudah halal, kami berharap hasil akhir juga memenuhi kriteria halal, lengkap dengan sertifikatnya," tambahnya. KPw BI Purwokerto juga bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Purwokerto yang memiliki sentra halal, yaitu Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat proses sertifikasi halal bagi UMKM di daerah tersebut. Tidak hanya berfokus pada sertifikasi, pihaknya juga berkomitmen untuk menggelar berbagai kegiatan edukasi terkait ekonomi syariah. Salah satu contoh kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Semarak Ekonomi Syariah (Selaras) Banyumas Raya, yang bertujuan untuk menanamkan prinsip-prinsip gaya hidup halal di kalangan masyarakat. "Visi Indonesia untuk menjadi produsen halal dunia pada tahun 2040 sesuai dengan arahan Bapak Wakil Presiden menjadi salah satu target kami," imbuhnya. Dalam upaya lebih lanjut, KPw BI Purwokerto juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata di masing-masing Kabupaten untuk mengembangkan destinasi wisata yang ramah bagi umat Muslim. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian adalah Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Banyumas di Kabupaten Banyumas. Christoveny menjelaskan bahwa meskipun lokasi-lokasi wisata tersebut belum secara resmi ditetapkan sebagai pariwisata ramah Muslim, program ini dapat melengkapi sektor pariwisata yang ada. "Wisata ramah Muslim bukanlah spesifikasi baru, melainkan pelengkap yang bermanfaat untuk meyakinkan pengunjung, baik Muslim maupun non-Muslim, bahwa semua makanan di daerah ini halal, aman, dan sehat," tandasnya. Di tengah kegiatan "Capacity Building Wartawan BI Purwokerto", para peserta diajak berdiskusi tentang perkembangan perekonomian di wilayah eks Keresidenan Banyumas. Diskusi ini melibatkan narasumber yang berkompeten, termasuk Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Wilayah Balinusa, Feri Kristianto, serta pelatihan *public speaking* yang diberikan oleh pakar komunikasi dan motivator, Sri Sumahardani. ANTARA