BOGOR –
**Borneonews - Depok**, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, menyampaikan keinginan untuk merealisasikan program yang bertujuan menghadirkan satu sarjana dalam setiap keluarga melalui inisiatif Kartu Depok Sejahtera (KDS) Bidik Manis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik. Imam Budi Hartono menekankan pentingnya memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang berpendidikan sarjana. Gelar tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong bagi peningkatan taraf hidup mereka. "Kami ingin ada satu sarjana dalam satu keluarga agar dapat meningkatkan ekonomi keluarganya dengan gelar sarjana yang didapatnya," ungkapnya dalam sebuah pernyataan di Depok, Jawa Barat, pada hari Senin. Sebagai bagian dari program KDS Bidik Manis, setiap penerima manfaat berhak menerima bantuan sosial yang nilainya mencapai Rp15 juta. Bantuan ini akan disalurkan dalam bentuk dana non-tunai atau melalui buku tabungan yang disediakan oleh Bank BJB. Dengan begitu, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh dukungan finansial yang cukup selama masa kuliah mereka. Imam menjelaskan bahwa beasiswa ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mahasiswa yang beragam, bukan hanya untuk biaya kuliah setiap semester. Reactively, berbagai macam kebutuhan yang terkait dengan pendidikan harus dibantu agar mereka dapat fokus pada studi tanpa tertekan oleh masalah finansial. Lebih jauh, Imam Budi Hartono menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memberikan perhatian lebih kepada masyarakat, khususnya warga dari kalangan kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan mereka. Saat ini, Pemkot Depok telah meluncurkan program beasiswa bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, hingga perguruan tinggi. “Harapannya program ini dapat terus berkembang. Tahun lalu, kami memberikan beasiswa kepada 100 mahasiswa, sedangkan tahun ini kami targetkan untuk 150 mahasiswa. Kami berharap pada tahun depan jumlahnya dapat bertambah lagi,” tutup Imam dengan optimisme. ANTARA