BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pertandingan hari kedua cabang olahraga paralayang dalam ajang PON 2024 di Banda Aceh terpaksa ditunda. Penundaan ini disebabkan oleh angin kencang disertai hujan yang terjadi pada pagi hari, yang membuat situasi menjadi tidak aman bagi para atlet yang tengah melakukan penerbangan bebas menggunakan *parasut*. Wahyu Yudha, selaku Technical Delegate untuk paralayang, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini bisa membahayakan keselamatan para peserta. Selain itu, angin kuat tersebut juga membawa dampak buruk, seperti merusak fasilitas yang ada, termasuk merobohkan tenda di area venue. Pada hari kedua lomba ini, akan dipertandingkan kategori lintas alam baik untuk putra maupun putri, yang terdiri dari nomor perseorangan dan beregu. Lomba tersebut dijadwalkan untuk dilanjutkan keesokan harinya di Gampong Lamtanjong, Kecamatan Suka Makmur, yang merupakan lokasi resmi untuk cabang olahraga paralayang selama PON 2024. Dalam pertandingan sebelumnya, Jawa Tengah berhasil menunjukkan performa mengesankan dengan meraih posisi teratas dalam nomor ketepatan mendarat beregu putri. Mereka mendapatkan skor 15 poin melalui tiga atletnya, yaitu Eka Nesti Wulansari, Erika Yolanda Putri, dan Silviana Bebby. Sementara itu, DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan perolehan 22 poin, diikuti oleh Jawa Barat dengan 80 poin, Jawa Timur dengan 126 poin, Aceh 168 poin, Sulawesi Tengah 216 poin, Banten 350 poin, dan Sumatera Barat 382 poin. Selain itu, Sumatera Utara dan Papua masing-masing meraih 400 poin. Eka Nesti Wulansari berhasil membawa Jawa Tengah untuk berbagi posisi puncak dengan atlet Jawa Barat, Shakira Wasila Amanda, yang masing-masing memiliki 2 poin. Di belakang mereka, terdapat beberapa atlet lain, termasuk Belinda Maria Sigarlaki dari DKI Jakarta, Silviana Bebby dari Jawa Tengah, dan Ina Diana yang juga berasal dari Jakarta, dengan perolehan masing-masing 13, 14, dan 16 poin. Pada hari pertama, kompetisi juga menyajikan nomor ketepatan beregu putra. Tim Banten yang diperkuat oleh Aris Afriansyah, Irvan Winarya, Mulyana, Rizky Maulana, dan Samto Mangun Cipto berhasil memimpin dengan total 7 poin. Sumatera Barat menempati urutan kedua dengan 16 poin, diikuti oleh Jawa Timur dengan 17 poin, sementara tim lainnya seperti Bali, Aceh, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, dan Sumatera Utara juga ikut serta dengan skor yang bervariasi. Dalam kategori ketepatan mendarat perseorangan putra, Rio Indrakusumah dari Jakarta bersama Amrullah yang merupakan wakil dari tuan rumah Aceh, berhasil mendarat dengan sempurna tanpa mencetak poin. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian dan persiapan mendalam diperlukan dalam cabang olahraga ekstrem seperti paralayang ini. ANTARA