JAKARTA –
**Borneonews - Tanjungpinang**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berkesempatan berdialog dengan para pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang, yang kini dikenal dengan sebutan Pasar Encik Puan Perak. Dialog tersebut berlangsung usai peresmian pasar, yang telah menjalani revitalisasi, pada hari Senin. Dalam interaksinya, Wapres menanyakan kepada salah satu pedagang mengenai perasaan mereka setelah perbaikan pasar. "Ibu, Bapak, setelah pasarnya diperbaiki, dibangun kembali, direnovasi, bagaimana rasanya?" tanyanya kepada seorang penjual di Pasar Encik Puan Perak. Melalui tayangan video yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Wakil Presiden, seorang penjual kopi bubuk menjawab bahwa ia merasakan kenyamanan yang lebih baik setelah renovasi. "Alhamdulillah, Pak, pasarnya sangat bagus, sangat memuaskan. Suasananya nyaman dan tenteram," ungkap pedagang tersebut. Wapres pun melanjutkan kegiatan peninjauan di pasar tersebut, berdialog dengan para pedagang lainnya guna memastikan bahwa fasilitas yang disediakan memenuhi standar kenyamanan yang diharapkan. Salah satu pedagang wanita yang menjual asinan Cik Puan menyatakan bahwa kondisi pasar yang baru terasa lebih nyaman, terutama karena tidak ada genangan air di permukaan lantai. Ia juga merasa lebih semangat untuk mencari rezeki melalui usaha dagangnya. "Lebih nyaman, enak, tidak becek. Alhamdulillah, rezeki lancar. Mohon doanya, Pak," tuturnya. Wapres mendoakan agar para pedagang di pasar tersebut semakin ramai pembeli, sehingga produk yang mereka tawarkan dapat terjual lebih baik dibandingkan kondisi sebelum pasar direnovasi. Pasar Tanjungpinang diakui sebagai pasar tertua di Kota Tanjungpinang, memegang peranan penting sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah setempat. Pasar yang kini berganti nama menjadi Encik Puan Perak ini mengalami renovasi setelah salah satu bangunan yang terletak di atas laut mengalami keruntuhan pada bulan Maret 2022. Proses rehabilitasi dimulai pada bulan November 2022 dan diperkirakan selesai pada bulan Desember 2023 dengan total nilai kontrak sebesar Rp79,6 miliar. Renovasi ini menghasilkan tiga blok bangunan baru yang mampu menampung sekitar 785 pedagang, meningkatkan kapasitas dan fasilitas pasar untuk mendukung aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. ANTARA