BORNEONEWS, Sukamara – Meskipun sempat terhenti melaut karena cuaca laut sedang buruk, namun nelayan di Desa Sei Bundung Kecamaran Pantai Lunci Kabupaten Sukamara saat ini sedang panen rajungan.

Saat musim tangkap seperti ini, dalam sekali melaut nelayan bisa membawa 50-60 kilogram rajungan.

Yoyon, warga Desa Sei Bundung mengatakan, memang saat ini keadaan cuaca di laut sedang tidak bersahabat dan sulit untuk menangkap ikan. Namun cuaca seperti ini juga menjadi berkah bagi para nelayan yang ingin menangkap rajungan dan undang laut.

“Untuk menangkap ikan emang sulit, tapi sekarang nelayan lagi panen rajungan dan undang,” kata Yoyon di Sukamara, Minggu (24/06/2016).

Menurutnya, musim panen rajungan seperti ini cukup menguntungkan nelayan di Kecamatan Pantai Lunci. Meskipun jumlah tangkapan cukup banyak nelayan tidak merasa khawatir, mengingat mudah dipasarkan karena permintaan ekspor yang tinggi.

“Dalam sekali melaut nelayan bisa menangkap rajungan sebanyak 50 kilogram bahkan lebih dan dibeli oleh pengumpul dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu Ondol, pengembang bisnis daging rajungan yang berpenghasilan Rp20 juta dalam sekali pengiriman, mengatakan bahwa bisnis yang ia jalani selama ini berjalan lancar dengan penghasilan menjanjikan.

“Meskipun saya bukan satu-satunya pembisnis daging rajungan, tetapi bisnis ini berjalan lancar serta menjanjikan” ucap Ibu Ondol.

Lanjut dia, pemasarang daging rajungan produksi miliknya kini sudah mencapi Pulau Jawa dengan harga pasaran dari Rp100.000 hingga Rp200.000 per kilogram.

“Produksi daging yang saya hasilkan sekarang sudah dipasarkan ke Surabaya, dan daerah lainya. Sekali pengiriman daging rajungan mencapai 100 kilogram. Usaha ini akan terus dikembangkan” kata Ondol. (MG-13/m)