JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Partai final dari cabang olahraga *muaythai* pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 akan digelar pada Selasa, 10 September 2024. Kegiatan ini akan berlangsung di Gedung Bale Meuseuraya Aceh (BMA) yang berlokasi di Kota Banda Aceh. Technical Delegate (TD) dari Pengurus Besar Muaythai Indonesia, Opniel Untung T, mengungkapkan bahwa terdapat total 18 pertandingan yang akan dilaksanakan pada hari tersebut. Semua pertandingan semifinal telah selesai pada sore hari sebelumnya, dan pertandingan final akan dilanjutkan keesokan harinya. Dalam partai final ini, sejumlah nomor yang dipertandingkan mencakup kategori U23 untuk putri dan putra, yaitu kelas 43 kg, 45 kg, serta sejumlah nomor elite pada berbagai kategori. Kategori elite yang akan dipertandingkan termasuk kelas 48 kg, 51 kg, 54 kg, 57 kg, 60 kg, 63,5 kg, 65 kg, 67 kg, hingga 71 kg untuk putra. Ekspektasi dari penyelenggara adalah agar seluruh pertandingan dapat berjalan dengan aman dan lancar, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, terdapat beberapa protes yang diajukan oleh tim peserta terkait beberapa pertandingan semifinal. Proses peninjauan terhadap protes tersebut saat ini sedang berlangsung di dewan hakim. Opniel menegaskan bahwa keputusan akhir terkait protes tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan dari dewan hakim, dan pihaknya bersikukuh untuk mematuhi *Technical Hand Book*. Sebelumnya, terdapat protes konkret dari tim *muaythai* Jawa Tengah yang tidak setuju dengan keputusan dewan juri yang memenangkan atlet Banten, Dwi Sukarno, atas Irvan Aji Maulana. Protes ini berkaitan dengan insiden di mana Irvan Aji mengalami cedera akibat sepakan telak di bagian selangkangan dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Pelatih tim Jawa Tengah, Yusuf Susilo, menegaskan bahwa protes yang diajukan bukanlah untuk mencari jalan pintas menang, melainkan untuk menegakkan keadilan dalam kompetisi beladiri. Selain itu, tim Jawa Timur juga mengajukan protes mengenai keputusan yang menguntungkan juri kepada atlet mereka, Erisco Pranata, yang dinyatakan kalah dalam pertandingan terakhir melawan Jalu Aji. Mereka menyampaikan kekhawatiran bahwa keputusan wasit yang berasal dari satu daerah dapat merugikan tim mereka. Melalui sejumlah protes ini, terlihat adanya perhatian yang tinggi dari tim peserta terhadap integritas dan keadilan dalam pertandingan cabang olahraga *muaythai* tersebut. Para atlet dan pelatih menekankan pentingnya penegakan aturan dengan tegas agar tidak mengurangi nilai kompetisi yang diharapkan. ANTARA