JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Cheryl Tanzil, menegaskan bahwa tidak ada rencana bagi Kaesang Pangarep untuk mundur dari posisinya sebagai ketua umum partai. Dalam penjelasannya, Cheryl menyatakan bahwa PSI tetap solid dan sepenuhnya mendukung kepemimpinan Kaesang. Cheryl menambahkan, hanya para kader PSI yang mengetahui mengenai dinamika internal partai, bukan pihak luar. Dia mengingatkan agar kader dari partai lain tidak usah mencampuri masalah internal PSI, serta menyarankan mereka untuk fokus pada urusan dan kepemimpinan partai mereka sendiri. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap komentar dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus. Petrus menyatakan bahwa Kaesang terancam dilengserkan dari jabatannya karena tidak melakukan pelaporan terkait dengan dugaan gratifikasi yang berhubungan dengan penggunaan pesawat jet pribadi. Petrus menilai bahwa isu ini berkembang setelah Kaesang tidak memberi respons publik terhadap permintaan klarifikasi seputar dugaan tersebut. Dia menyatakan bahwa sikap Kaesang bisa merugikan PSI, karena memberikan contoh dan pendidikan politik yang kurang baik kepada masyarakat. Sebelumnya, PSI juga menghadapi tantangan besar setelah tidak mampu mencapai ambang batas parlemen, yakni minimal 4 persen, yang berdampak pada kegagalan partai untuk meraih kursi di Senayan. Petrus menambahkan bahwa skandal terkait penggunaan Jet Pribadi Gulfstream G650ER semakin memperburuk situasi, karena membuat partai terjerat dalam isu dugaan gratifikasi dan praktek korupsi. Dia mengingatkan bahwa publik kini mulai mempertanyakan peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang seolah-olah berfungsi sebagai pembela Kaesang dalam situasi ini. Alhasil, pergerakan advokasi terhadap isu tersebut diperkirakan akan semakin meningkat, dan hal ini berpotensi merugikan citra serta posisi politik PSI ke depan. ANTARA