JAYAPURA –
**Borneonews - Serui, Papua** Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui telah memberikan perawatan kepada 23 korban kecelakaan pesawat Trigana PK YSP ATR 42-500. Kecelakaan ini terjadi pada Senin, pukul 08.35 WIT, ketika pesawat tergelincir di Bandara Kamanap, yang terletak di Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen. Direktur RSUD Serui, dr. Jhonny Abaa, saat dihubungi di Jayapura, menyatakan bahwa dari total 42 penumpang di dalam pesawat yang mengalami kecelakaan, 23 di antaranya telah dirawat di rumah sakit. "Korbannya yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Serui hanya 23 orang dan mereka telah mendapatkan perawatan dari tenaga medis," ungkapnya. Menurut dr. Jhonny, dalam kelompok 23 korban tersebut, terdapat tiga individu yang mengalami cedera cukup serius. Mereka saat ini sedang dalam tahap observasi di ruang *intensive care unit* (ICU). “Ketiga korban tersebut meliputi pilot Captain Khoiron Sarwan dan Co-Pilot Lingga C Burnama. Mereka mengalami cedera serius di bagian tulang belakang dan leher, sehingga mereka dirawat di ICU,” jelasnya. Satu korban lainnya, seorang mekanik Trigana Air bernama Sarto, saat ini masih mendapatkan perawatan di IGD. Sementara itu, 20 korban lainnya yang telah menjalani observasi di IGD sudah diperbolehkan pulang, termasuk seorang pramugari serta seorang ibu dari TP-PKK yang berasal dari Jayapura, yang mengalami luka akibat pecahan kaca dan benturan di area kepala dan leher. dr. Jhonny juga menambahkan bahwa istri Penjabat Gubernur Papua, Kerdina Ramses, tidak mengalamai luka parah. “Istri Penjabat Gubernur Papua sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami benturan ringan di tangan dan telah menerima perawatan,” tambahnya. Selanjutnya, dr. Jhonny menginformasikan, setelah melakukan komunikasi dengan Asisten I dan Plh Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen, serta pihak Trigana, pada Selasa pagi mendatang, pilot Captain Khoiron Sarwan, Co-Pilot Lingga C Burnama, dan engineer Sarto akan segera diterbangkan ke Jayapura. “Trigana akan mengirimkan satu pesawat ke Serui untuk mengevakuasi ketiga orang tersebut ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif,” tuturnya. ANTARA