**Borneonews - [Jakarta]**, Pebola asal Sumatera Utara, Nadia Pramanik Nuramalina, menuturkan bahwa dirinya merasakan tingkat ketenangan yang lebih baik saat berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dibandingkan dengan perlombaan lainnya. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa keberuntungan belum sepenuhnya mendukungnya.
Nadia bercerita tentang pencapaiannya meraih posisi *runner up* dalam kategori tunggal putri yang berlangsung di GOR Bowling Hj Rayati Syafrin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Senin. Dia merasa bersyukur atas hasil tersebut karena telah berusaha secara maksimal dalam setiap lemparan yang diayunkannya.
"Saya merasa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi ketegangan, dan itu memberikan hasil yang memuaskan jika dibandingkan dengan *event-event* sebelumnya," ungkap Nadia setelah berhasil meraih medali perak, meskipun harus mengakui keunggulan lawannya yang berasal dari Jawa Timur, Shinta Ceysaria Yunita.
Ke depan, Nadia menargetkan untuk meningkatkan fokus serta memanfaatkan setiap peluang yang ada selama pertandingan. Dia menyatakan bahwa setelah memberikan usaha terbaik, hasil akhir adalah sesuatu yang diserahkan kepada kuasa Tuhan.
Nadia juga mengungkapkan bahwa dukungan suaminya, Billy Muhammad Islam, yang merupakan semifinalis tunggal putra, memberi semangat tambahan dalam upayanya meraih kemenangan. Meskipun Billy berada dalam tim Jawa Timur, mereka tetap saling mendoakan di tengah kompetisi.
"Saling mendoakan dan mendukung secara moral sangat penting bagi kami, meski berada di tim yang berbeda. Kami saling mengingatkan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan selama pertandingan," tambahnya, mengacu pada hubungan mereka yang baru dibina setelah menikah pada Mei 2024.
Dalam babak final, Nadia menyadari bahwa lawannya, Shinta, menunjukkan performa yang impresif dengan total akumulasi poin 164, 216, dan 195 di setiap gim. Sementara Nadia harus bekerja keras, meraih poin 191 pada gim pertama dan kemudian 216 serta 246 di gim kedua dan ketiga. Sebelumnya, di babak semifinal, Nadia berhasil mengalahkan rekan satu timnya, Aldila Indryati, yang merupakan peraih medali emas pada PON XIX di Jawa Barat 2016.
Pertandingan tersebut menggunakan format *best of three*, dimana Nadia harus menunjukkan ketangguhannya untuk meraih kemenangan setelah saling mengungguli di gim-gim sebelumnya. Akhirnya, dalam hasil final sementara tunggal putri, Shinta berhasil meraih medali emas, Nadia memperoleh perak, dan Aldila serta Tannya berbagi medali perunggu.
Dalam perhelatan PON XXI Aceh-Sumut 2024, sebanyak 77 peboling dari 10 provinsi, yang terdiri atas 44 atlet putra dan 33 atlet putri, bersaing dalam cabang olahraga bowling dengan total 11 nomor pertandingan. Pertandingan digelar di GOR Hj Rayati Syafrin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan berlangsung dari 7 hingga 19 September. Provinsi yang berpartisipasi adalah Sumatera Utara sebagai tuan rumah, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.
ANTARA
Nadia Pramanik Raih Perak di PON XXI, Ungkap Ketenangan Baru
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






