SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang, Jawa Timur**, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, mengalami erupsi yang signifikan pada Senin, 9 September. Erupsi ini tercatat dengan tinggi letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncaknya, menjadikannya sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (*mdpl*). Menurut informasi yang disampaikan oleh Mukdas Sofian, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom abu yang dihasilkan dari erupsi tampak berwarna putih hingga kelabu dengan tingkat intensitas yang cukup tebal, terarah ke barat daya. Aktivitas seismik menunjukkan bahwa erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 22 mm, berlangsung selama 150 detik. Pada hari yang sama di pagi hari, Semeru juga mengalami dua kali erupsi dengan waktu pertama terjadi pada pukul 06:54 WIB. Meskipun visualisasi letusan tidak terlihat, erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan memiliki durasi sekitar 109 detik. Erupsi kedua terjadi pada pukul 08:32 WIB, dengan catatan yang sama di mana visualisasi tidak terlihat dan terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum yang serupa serta durasi 107 detik. Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada level waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (*PVMBG*) memberikan sejumlah rekomendasi terkait keselamatan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 8 kilometer dari puncak. Selanjutnya, dalam area di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan, dikarenakan potensi bahaya dari awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak gunung. Lebih lanjut, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga jarak aman minimal 3 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena ada risiko lontaran batu yang berbahaya. Selain itu, potensi terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai serta lembah yang berasal dari puncak Gunung Semeru juga perlu diwaspadai, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang mengalir dari Besuk Kobokan. ANTARA