SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, PT PLN (Persero) telah resmi mengubah nama PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) dari Pamekasan menjadi PLN UP3 Madura. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat di pulau Madura. General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menjelaskan bahwa perubahan nama tersebut bukan hanya sekadar perubahan identitas, melainkan juga mencerminkan semangat baru PLN untuk terus melayani masyarakat dengan lebih baik. "Nama Madura menyatukan kita semua. Dengan identitas yang lebih kuat ini, PLN hadir untuk seluruh masyarakat Madura, tidak hanya di satu kabupaten saja," ungkap Agus. Ia menambahkan bahwa perubahan nama diharapkan dapat memperkuat koordinasi, baik di dalam organisasi maupun dengan pihak eksternal, dan mewakili seluruh daerah di Madura. Hal ini diharapkan dapat memotivasi PLN untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Menurut Agus, PLN UP3 Madura berkomitmen untuk memperluas jaringan listrik, terutama di daerah-daerah yang terpencil. Salah satu upayanya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (*solar power plant*) di berbagai pulau di Madura. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Madura dapat menikmati listrik yang berkualitas," tambahnya. Walaupun nama berubah, layanan dan fungsi PLN UP3 Madura tetap sama, dengan mengelola 10 unit pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah Madura. Dalam rangka mendukung layanan, PLN UP3 Madura juga meluncurkan program Si Mamat, sebuah inisiatif baru untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, menjelaskan bahwa program Si Mamat merupakan bentuk kemitraan dengan agen PLN yang ada di seluruh wilayah Madura, termasuk di daerah-daerah terpencil. Program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang kesulitan mengakses layanan PLN karena keterbatasan internet atau jarak yang jauh dari kantor PLN. "Dengan adanya agen Si Mamat, masyarakat dapat melakukan transaksi pembayaran dan mendapatkan informasi tentang layanan PLN dengan lebih cepat, mudah, dan nyaman, tanpa harus antre di kantor," jelas Fahmi. Dalam program ini, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan, seperti pembayaran tagihan listrik, pembelian token, pengaduan, hingga pengajuan permohonan pasang baru, semuanya dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, juga memberikan apresiasi terhadap perubahan nama PLN UP3 Madura serta peluncuran program Si Mamat. Ia berharap dengan adanya perubahan ini, pelayanan PLN di Madura akan semakin optimal dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. "Dengan perubahan nama ini, semoga pelayanan PLN di Madura akan semakin baik," kata Fauzi. ANTARA