**Borneonews - Jakarta**, Kerja sama bilateral antara Indonesia dan China terus berkembang dengan pesat, mengingat kedua negara secara aktif menjajaki berbagai peluang untuk meningkatkan hubungan mereka.
Kerja sama di bidang perdagangan, investasi, serta pertukaran sosial dan budaya semakin menjanjikan dan memberikan manfaat bagi upaya pengembangan nasional masing-masing negara. Salah satu sektor yang dipandang mampu memperkuat hubungan Indonesia-China adalah media massa. Media berperan sebagai penghubung dalam penyebaran informasi dan pendidikan publik, memungkinkan masyarakat dari kedua negara untuk saling belajar satu sama lain.
Dalam rangka memperkuat kolaborasi tersebut, perwakilan media dari kedua negara berkumpul dalam Forum Media China-Indonesia yang kedua di awal bulan September. Forum ini digelar di Beijing, China, dan dihadiri oleh sembilan pemimpin redaksi dari berbagai media Indonesia, termasuk Kompas Daily, Kumparan, Republika, RCTI, Net TV, Merdeka.com, Katadata, dan The Jakarta Post. Sementara itu, media China seperti *Peoples Daily*, *Xinhuanet*, dan *China Media Group (CMG)* juga hadir untuk mewakili industri media di China.
Menelaah lebih dalam, Tong Xiaoling, Wakil Presiden Asosiasi Diplomasi Publik China, menyatakan bahwa forum ini sangat penting bagi kedua negara. Tujuannya adalah untuk menguatkan kerja sama bilateral serta membangun pemahaman mengenai tujuan bersama dalam pembangunan nasional. "Sebagai dua kekuatan utama dari Global South, persatuan dan kerjasama antara China dan Indonesia akan mendorong pembangunan global, perdamaian dunia, serta stabilitas, dan menjadi pendorong penting dalam mewujudkan multipolaritas dunia," jelasnya.
Beliau juga menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi antara media massa dari kedua negara dapat membawa kerja sama Indonesia-China ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara itu, Irfan Junaidi, Direktur Berita dari ANTARA, menyoroti bahwa kerja sama media Indonesia-China akan memperkuat pemahaman antara masyarakat masing-masing negara. Menurutnya, hal ini khususnya berperan penting dalam menjelaskan berbagai kesalahpahaman tentang China kepada publik Indonesia.
"Kita harus mengakui bahwa tidak semua orang Indonesia memiliki persepsi positif tentang China saat ini," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa laporan ANTARA tentang China lebih banyak berfokus pada pengembangan sosial dan budaya, serta kebijakan luar negeri dan tindakan internasional negara tersebut. Kerja sama yang telah berlangsung lama dengan Xinhua News Agency juga memfasilitasi pertukaran berita dan penyebaran laporan mengenai masing-masing negara.
Irfan juga menyatakan bahwa laporan mengenai perkembangan teknologi di China sangat diminati oleh pembaca Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan yang dilakukan oleh para inovator Tiongkok sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia. Namun, Sutta Dharmasaputra, Pemimpin Redaksi Kompas Daily, menekankan bahwa meskipun China merupakan sumber investasi luar negeri yang signifikan di Indonesia, penerimaan publik terhadap investasi China tidak sepenuhnya positif. Dalam survei yang dilakukan oleh lembaga riset Kompas, hanya 46,4 persen masyarakat Indonesia yang "setuju" dengan investasi China, sementara 53,6 persen tidak setuju.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan data dari Kementerian Investasi yang menunjukkan bahwa pada tahun 2023, investasi China di Indonesia tercatat sebesar USD 7,4 miliar, menduduki peringkat kedua setelah Singapura yang mencapai USD 15,4 miliar. Sementara itu, tingkat penerimaan masyarakat Indonesia terhadap investasi dari negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mencapai 69,3 persen, meskipun investasi tersebut tidak termasuk dalam lima besar pada tahun 2023.
Menghadapi tantangan ini, Dharmasaputra mendorong penerapan strategi komunikasi publik yang lebih baik serta kolaborasi yang lebih erat antara media Indonesia dan China untuk memperbaiki persepsi publik Indonesia tentang China.
Di sisi lain, Djauhari Oratmangun, Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia, menyatakan keyakinannya bahwa kolaborasi antara media Indonesia dan China akan memberikan dampak positif dalam memperkuat hubungan bilateral. Memahami budaya dan cara berpikir satu sama lain akan membantu menguatkan 'pilar ketiga' dari kerja sama bilateral, yaitu hubungan sosial, budaya, dan antar masyarakat, ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan pilar ketiga ini akan mendukung pilar pertama, yaitu kerja sama politik dan keamanan, serta pilar kedua yang berkaitan dengan kerja sama ekonomi. Meskipun kedua media berada dalam ekosistem yang berbeda, forum media ini memberikan kesempatan berharga untuk membahas dan mencari solusi atas isu-isu umum yang dihadapi oleh media dari kedua negara.
Duta Besar juga menyoroti bahwa media China telah menunjukkan ketahanan meskipun tengah menghadapi perubahan digital yang mengancam media konvensional. Oleh karena itu, Djauhari mendorong media Indonesia dan China untuk meningkatkan kolaborasi dalam produksi konten berita dan jurnalistik, termasuk saling mengundang jurnalis untuk menyebarkan aspek positif dari masing-masing negara.
Ia menekankan bahwa hubungan yang kokoh antara kedua negara akan memperlancar proses pengambilan keputusan untuk para pemangku kepentingan nasional, demi mendorong kerja sama bilateral di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan pembangunan. Media massa berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kedua negara melalui penyebaran laporan positif tentang satu sama lain, sehingga mendorong pemahaman yang lebih baik.
Terakhir, media Indonesia dan China diharapkan terus bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama di tingkat bilateral, regional, dan global.
ANTARA
Kolaborasi Media Indonesia dan China Tingkatkan Hubungan Bilateral
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea
Pemkab Kobar Dorong Untama Jadi PTN dan Buka Fakultas Kedokteran
Acara Pemakaman di Gereja Yordania Diserang, Tujuh Orang Tewas
Kabut Asap Tebal Ganggu Penyeberangan Feri Mawar Kuala Kapuas
Pelaku Penggelapan Pajak Rp1,1 Miliar Diserahkan ke Jaksa
Tinggalkan HP di Saku Motor, Warga Kapuas Kehilangan Ponsel di Kawasan Masjid Agung Al Mukarram
Komentar (0)
Memuat komentar…






